Lacak Mobil Curian Lewat Sinyal Ponsel, Siswa SMP Juara Krenova Tingkat Pelajar 2022

user
Agusigit 06 Oktober 2022, 13:55 WIB
untitled

KARANGANYAR - Sistem pelacak kendaraan bermotor dengan memanfaatkan sinyal ponsel pintar memenangkan lomba Krenova Kabupaten Karanganyar 2022. Penciptanya siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Darul Arqom, Rizki Bima Damar Saputra. 
 
Ditemui di penyerahan hadiah pemenang di aula Baperlitbang Karanganyar, Kamis (6/10), Rizki sedang memeragakan cara kerja sistem yang dinamakannya Elang Lawu (Elektronik Emergency Lock Automatic Navigation Guard). 
 
"Elang Lawu bisa mematikan mesin kendaraan bermotor secara otomatis saat penggunanya menyalakan dari jarak jauh. Sangat efektif mendeteksi lokasi kendaraan bermotor yang dicuri kemudian mematikan mesinnya. Itu membuat pencuri kebingungan menyalakannya lagi akan susah," katanya. 
Ide Rizki berasal dari kegemarannya mengutak-atik ponsel. Ia mengetahui fungsi ponsel pintar dalam memancarkan sinyal lokasi yang dapat diakses via internet. Dari kemampuan ponsel pintar itu, ia mengintegrasi perangkat relay pada unit kontrol. 
 
Cara mendeteksi lokasi tak perlu memakai aplikasi tambahan. Namun cukup dengan web browser saja di layanan google. Perangkat terkoneksi kedua dapat dengan ponsel pintar maupun komputer jinjing. Ia memilih laptop karena lebih fleksibel. 
 
"Saya pakai ponsel bekas. Yang penting terkoneksi internet dan bersistem operasi. Bisa nyambung ke GPS. Nah, output bunyi dering ponsel memutuskan arus listrik kendaraan. Ponsel dipasang dekat aki," kata peraih juara III krenova kategori pelajar ini. 
 
Guru pembimbing Giri Suratno mengatakan hak kekayaan intelektual Elang Lawu akan dipatenkan. Sistem ini menjadi alternatif cara mendeteksi kendaraan bermotor curian sekaligus menghentikan laju kendaraan. Di Krenova 2022, sekolahnya mendaftarkan dua tim. Namun hanya satu tim yang lolos. 
"Baru sekali ini lolos final. Kami mensuport penuh para siswa dalam berkompetisi. Terutama pada teknologi," katanya. 
 
Ia mengatakan bahan-bahan Elang Lawu sederhana dan tak mahal. Prototipe itu diharapkan dikembangkan lagi menjadi perangkat lebih fleksibel. 
Sementara itu Kepala Baperlitbang Karanganyar, Dwi Cahyono mengatakan pendaftaran HAKI segera diproses. Harapannya, stakeholder melirik produk intelektual agar diproduksi massal. 
 
"Ada 61 hasil krenova yang dilombakan. Terdiri masyarakat umum dan pelajar," katanya. (Lim)

Kredit

Bagikan