Enam Desa di Purbalingga Rawan Peredaran Narkoba

user
Tomi Sujatmiko 11 Oktober 2022, 20:26 WIB
untitled

Krjogja.com - PURBALINGGA – Sedikitnya enam desa di Purbalingga terdeteksi rawan peredaran narkoba. Masing-masing Desa Sempor lor Kecamatan Kaligondang, Meri (Kutasari) Dawuhan (Padamara, Cipaku (Mrebet), Kembangan (Bukateja) dan Muntang (Kemangkon). Karenanya, enam desa itu mendapatkan priorotas dalam Program Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Purbalingga.

"Desa-desa itu menjadi rawan peredaran narkoba karena letak geografisnya," tutur Subkoordinator Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Purbalingga, Tarsito pada kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) di Ruang Meeting RM PM Collaboration Purbalingga, Selasa siang (11/10/2022).

Pengembangan dan pembinaan Kotan merujuk Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 4 tahun 2019 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba.Kegiatan itu dihadiri oleh 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi vertikal di Purbalingga yang terkait dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Gelap narkotika (P4GN) untuk mendukung program Kotan Purbalingga.

Tarsito menambahkan, Kotan merupakan kebijakan yang mendorong berbagai sektor pembangunan di wilayah kabupaten/kota yang berorientasi pada upaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman narkoba. Karenanya, Kotan tidak bukan program BNN semata.

Apalagi program itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2020-2024. Karenanya, kebijakan Kotan harus disenergikan dengan program lain di Purbalingga. "Agar Purbalingga bisa menjadi Kota Tanggap Ancaman Narkoba seperti tahun lalu yang nilainya lumayan bagus,” ujar Tarsito. (Rus)

Kredit

Bagikan