Panglima TNI Sebut Tiga Anggotanya Diperiksa Diduga Terlibat Pembunuhan ASN

user
Danar W 12 Oktober 2022, 16:50 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa angkat bicara terkait dugaan keterlibatan tiga anggota TNI dalam pembunuhan ASN di Semarang, Iwan Budi Prasetyo yang jasadnya ditemukan hangus terbakar di Pantai Marina 8 September lalu. Andika membenarkan perihal dugaan keterlibatan dari tiga anggotanya yang bertugas di Kepolisian Militer tersebut.

Kepada wartawan ditemui di Grha Sabha Pramana UGM, Andika mengatakan saat ini Kodam IV Diponegoro masih terus melakukan proses hukum kepada tiga anggota yang diduga terlibat. Andika menyebut masih ada hal-hal yang mempersulit situasi karena alibi dan jawaban dari para saksi itu.

“Kita sedang melakukan proses hukum. Itu informasi yang disharing berdasarkan hasil penyidikan Polda. Kami terus melakukan pemeriksaan karena masih ada saja jawaban-jawaban yang membuat seolah-olah tidak terlibat. Kami tidak begitu saja menyerah karena Polda tentu berangkat dengan bukti-bukti yang cukup,” tegas Andika.

Menurut Panglima TNI itu, pemeriksaan sejauh ini dilakukan pada tiga anggota dari Kepolisian Militer di mana ketiganya telah diperiksa sejak beberapa hari setelah polisi menemukan jasad korban yang terbakar. Saat ini status ketiganya masih menjadi saksi dan terus didalami.

“Kami memeriksa tiga sejauh ini. Kesatuannya ada dari Kepolisian Militer. Kami belum berkesimpulan (terlibat pembunuhan) namun person of interest, atau mereka-mereka yang kami ingin dalami. Kami dapat info dari Polda itu dua hari setelah ditemukannya mayat yang dimutilasi itu. Posisi anggota belum (ditahan) karena belum kita tingkatkan jadi tersangka. Masih penyelidikan dan statusnya masih sebagai saksi,” sambung Panglima.

Andika tak menampik ada alibi-alibi kuat yang harus dibuktikan terbalik oleh tim yang melakukan pemeriksaan. Ia pun mengaku membutuhkan informasi tambahan dari berbagai pihak termasuk masyarakat untuk memudahkan proses penyelidikan.

“Alibi-alibinya itu cukup kuat, karena itu kami membutuhkan info-info tambahan, dari masyarakat pun kami butuhkan. Termasuk yang di Malang pun akan sangat membantu bila kami mendapat informasi tambahan. Saat ini ditangani Kodam (Diponegoro) namun laporan pada saya, saya kontrol langsung setiap minggunya,” pungkas Andika.

Iwan Budi Prasetyo dinyatakan hilang pada 24 Agustus sebelum diperiksa polisi sebagai saksi kasus dugaan korupsi. Jasadnya kemudian ditemukan pada 8 September 2022 di Pantai Marina Semarang dalam kondisi yang mengenaskan. (Fxh)

Kredit

Bagikan