Tak Sesuai Kesepakatan, Perhutani Hentikan Proyek Air Bersih

user
Tomi Sujatmiko 14 Oktober 2022, 10:41 WIB
untitled

Krjogja.com - PURWOKERTO - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, akan menghentikan pembangunan proyek air bersih yang bersumber mata air dil ereng Gunung Slamet bagian selatan.

Rencana penghentian proyek pemasangan pipa air bersih yang diperuntukan bagi warga Pulasari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah itu lantaran tidak sesuai kesepakatan atau perjanjian.

Hari Dwi Hutanto, Wakil Administrator / Kepala Sub KPH Banyumas Timur, Kamis (13/10/2022) saat dihubungi kantornya menjelaskan sesuai MOU dengan Perumdam Tirta Mulya Kabupaten Pemalang 22 Januari 2022.

Untuk pengambilan air bersih untuk kebutuhan air bersih bagi warga Pulasari, Kabupaten Pemalang hanya bersumber mata air di Kalipagu, Desa Ketenger, Baturraden.

Namun pada kenyataannya pihak Perumdam Tirta Mulya Kabupaten Pemalang selaku pemohon melalui kontraktor pemenang lelang PT PAP sudah memasang pipa hingga Desa Kalisalak, Kedungbanteng.

" Dalam kesepakatan pihak Perumdam Air Minum Tirta Mulya Pemalang hanya mengambil air bersih bersumber di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Baturraden, namun saat ini pemasangan pipanya sudah sampai Desa Kalisalak, Kedungbanteng," kata Hari Dwi Hutanto.

Pemasangan pipa air bersih oleh PT PAP rencananya akan mengambil air di sumber mata air di Sungai Logawa di Petak 58 P KPH Banyumas Timur atau masuk wilayah Desa Kalisalak, sudah menyalahi kesepakatan awal. Untuk itu Perhutani KPH Banyumas Timur akan menghentikan proyek pemasangan pipa tersebut, karena tidak sesuai perjanjian.

Sebelumnya Kepala Desa Kalisalak, Kedungbanteng, Mahmud memprotes pemasangan pipa air bersih di wilayahnya yang menyebabkan kerusakan hutan Gunung Slamet. Selain merusak hutan rencana pengambilan air bersih oleh Pemkab Pemalang di sumber mata air Sungai Logawa akan mengurangi debit air Sungai Logawa yang dimanfaatkan untuk pertanian dan air minum oleh warga setempat. (Dri)

Kredit

Bagikan