Margarita Blush Gelar Pementasan Teater Boneka di Unika

user
Agusigit 14 Oktober 2022, 14:45 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG - Faculty of Language and Arts (FLA) Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Kedutaan Amerika Serikat mendatangkan Margarita Blush, salah satu penggerak aksi teater boneka dari Amerika Serikat.

Kegiatan tersebut bertepatan dengan tur yang sedang dilakukan Margarita Blush ke Indonesia pada bulan Oktober 2022. Dalam rangkaian tur, salah satu pementasan teater boneka diadakan di Auditorium Albertus, Unika Soegijapranata pada 12 Oktober 2022.

Adapun judul yang diusung dalam teater boneka ini yakni “Unfolding”. Melalui judul tersebut, Margarita Blush ingin menyuguhkan dongeng kontemporer yang secara ajaib membawa penonton melalui ruang dan waktu untuk menangkap cerita perjalanan seorang perempuan yang sedang mencari jati dirinya.

“Inspirasi Margarita Blush ialah kehidupan seorang perempuan. Seperti pengalamannya semasa kecil, jadi melihat kehidupan ke belakang yang telah terjadi semasa kecilnya, dan, tak hanya itu, dia juga melihat kehidupan-kehidupan perempuan yang ada di sekitarnya. Maka semuanya diharapkan, diekspresikan, dalam Unfolding karena semacam menjadi wahana untuk mengekspresikan suara yang mungkin kadang-kadang tidak terlalu diperhatikan,” terang Grace B. Clegg, Assistant Cultural Affairs Officer.

Dalam pementasannya, Margarita Blush tidak tampil seorang diri melainkan tampil dengan ketiga rekannya yang berasal dari New York.

“Jadi semua yang bermain dalam teater boneka ini adalah perempuan juga. Tentunya mereka bukan hanya semacam bermain saja, tapi juga memberikan input kreatif terhadap penampilan yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu, ini menjadi kolaborasi antar pemain, komposer, koreografi, dan semua orang yang terlibat di pementasan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Angelika Riyandari SS MA menyampaikan kegiatan ini bukan kerja sama yang pertama kalinya dengan Kedutaan Amerika Serikat. Namun, kerja sama yang menampilkan Magarita Blush ini merupakan pengalaman yang lebih istimewa.

“Karena perbedaannya dengan kerja sama yang dulu, ini sebuah acara pertunjukan. Jadi kami di sini benar-benar belajar banyak sekali mengenai persiapan pertunjukan ini. Kebetulan juga kami juga mempunyai kelas Event Management dan Digital Performing Arts, sehingga kami bisa seperti service learning, jadi semacam belajar tidak hanya teori melainkan langsung praktik,” ungkapnya.

Seni pertunjukan yang terbilang cukup unik dan mempunyai konsep yang kuat, rupanya membuat daya tarik tersendiri bagi beberapa orang. Salah satunya, alumnus FLA, Militia Christy Amanda atau yang kerap dipanggil Mili mengaku penasaran dengan bagaimana orang Amerika ketika seperti memainkan wayang.

“Pertamanya saya penasaran karena lihat poster yang tersebar di media sosial mengenai puppets show. Walaupun saya sudah alumni, saya menyempatkan di sela-sela kesibukan untuk datang ke acara ini. Karena sebelum-sebelumnya cuma biasa nonton wayang dari kultur Jawa. Nah, sekarang mau menyempatkan nonton wayangnya dari kultur Amerika kayak gimana. Dan ternyata, menyenangkan banget melihat acara ini, plus unik juga karena pakainya boneka,” ceritanya. (Sgi)

Kredit

Bagikan