Unik, Perupa Memimpin Sekolah Kesehatan

user
Agusigit 15 Oktober 2022, 13:14 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Ada perbedaan menjadi kepala sekolah seni dengan kepala sekolah kesehatan. Beda pada capaian kompetensi. Sekolah seni dengan competensi seni, sekolah kesehatan dengan kompetensi kesehatan.

Hal ini dikemukakan Kepala SMK Kesehatan Citra Semesta Indonesia (CSI) Wates Kulonprogo Drs Samsuri Nugroho kepada KR. Samsuri Nugroho diketahui pernah menjadi Kepala SMKN 1 Kasihan Bantul dan SMKN 2 Kasihan Bantul yang merupakan sekolah seni.

Menurutnya dari sisi karakter SMK seni kecenderungan berpihak pada otak kanan, sedang SMK Kesehatan
pada yang otak kiri. "Itu nampak pada sisi penampilan dan gaya kesiswaannya. Yang satu nyeni ingin menampilkan identitas
diri sebagai seniman yang penuh kreativitas. Yang kesehatan cenderung normatif seperti pada umumnya,"
jelas Samsuri Nugroho.

Untuk itu pendekatan dan pengembangan SMK Kesehatan CSI yang dilakukan Samsuri mencoba padukan yakni sekolah kesehatan yang tidak alergi seni atau bahkan bisa melakoni kesenian. Dengan demikian nantinya sekolah tidak terasa kering. Ada nuansa wayangnya, tari-tarian, seni rupa, tata taman dan sebagainya. Samsuri sendiri seorang perupa, disamping bisa mendalang dan main musik.

Ada korelasi wayang dengan kesehatan. Kesehatan secara umum diartikan hal-hal yang berkenaan dengan penyakit. Tetapi sesungguhnya kesehatan dalam arti luas tidak hanya menyangkut penyakit yang berkenaan dengan raga, tetapi juga
jiwa.

Bahkan kesehatan jiwa itu lebih penting untuk dijaga. Jiwa yang kurang sehat akan bisa mengakibatkan raga sakit. Salah satu alternatif merawat kesehatan jiwa bisa dilakukan dengan menghayati gending-gending klasik Jawa yang biasa ada dalam pergelaran wayang. Bisa juga bagi penikmat wayang dengan sungguh-sungguh menikmati pergelaran, hatinya akan merasa senang, sehingga kesehatan jiwa menjadi lebih terjaga. (War)

Kredit

Bagikan