Pemkab Sukoharjo Dorong Desa Wisata Kembangkan Usaha

user
Ivan Aditya 18 Oktober 2022, 19:39 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Desa wisata di Kabupaten Sukoharjo didorong mengembangkan usaha demi kebangkitan ekonomi pasca pandemi virus Corona. Promosi juga harus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan serta penjualan produk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Selasa (18/10/2022) mengatakan, ada beberapa desa yang sudah berstatus sebagai desa wisata. Namun demikian pengembangan masih stagnan setelah dua tahun dilanda pandemi virus Corona. Kondisi desa wisata sepi kunjungan dan berdampak pada penurunan ekonomi setempat.

"Desa wisata didorong untuk kebangkitan ekonomi pasca pandemi virus Corona. Pemulihan dilakukan dengan pengembangan melibatkan warga setempat dan memperluas pasar dengan gencar promosi," ujarnya.

Desa wisata di Kabupaten Sukoharjo memiliki konsep wisata alam dan produk kerajinan. Widodo menjelaskan seperti beberapa desa di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo mengandalkan pesona alam berupa pemandangan perbukitan.

Selain itu ada juga desa wisata mengandalkan kerajinan seperti batik, gamelan, rotan. Bahkan ada juga desa wisata mengandalkan produk makanan dan minuman yang dihasilkan.

"Ada juga beberapa desa wisata seperti Desa Wisata Trangsan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak sebenarnya memiliki pasar wisatawan luar negeri. Setelah pandemi virus Corona kami minta untuk terus digenjot sehingga pemulihan ekonomi tercapai," lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo meminta kepada pemerintah desa yang sudah berstatus desa wisata untuk melakukan pengembangan salah satunya dengan pemanfaatan dana desa atau mendatangkan investor. Widodo mengatakan, apabila desa wisata maju maka dampaknya juga dirasakan masyarakat sekitar.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gatak Tri Wahyudi mengatakan, Desa Wisata Trangsan sempat terkendala pandemi virus Corona. Selama dua tahun pemerintah pusat melarang adanya kegiatan bersifat kerumunan.

Selain itu ada juga larangan kunjungan dari wisatawan luar negeri sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus Corona. Namun sekarang pasca pandemi virus Corona pengembangan desa wisata terus dilakukan dengan gencar promosi baik dengan sasaran wisatawan dan penjualan produk rotan. (Mam)

Kredit

Bagikan