Marak Event Digelar Beri Multiplayer Effect Luar Biasa Bagi Perekonomian DIY

user
Danar W 20 Oktober 2022, 15:30 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Berbagai event yang banyak digelar di DIY pasti memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan wisatawan. Pergerakan wisatawan inilah yang tentunya memberikan multiplayer effect bagi industri pariwisata di DIY baik dari akomodasi, transportasi lokal, restoran/kuliner, toko oleh-oleh dan sebagainya. Dengan adanya dampak berganda inilah maka mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo kepada KR di Yogyakarta, Kamis (20/10/2022). Selain itu, adanya peningkatan pergerakan wisatawan ini pun berpengaruh terhadap industri turunan lainnya seperti event musik maka penyedia peralatan panggung, genset, lighting dan sebagainya, lalu para crew-nya dapat limpahan.

"Jadi menjamurnya berbagai event di DIY ini sangat memberikan multiplayer effect yang luar biasa bagi industri pariwisata pada khususnya dan perekonomian daerah pada umumnya. Semisal pada Oktober 2022 ini, pelaku event kehabisan venue dan kesempatan menggelar acara di akhir pekan (weekend) sehingga mengadakan pada weekdays," ujarnya.

Singgih menilai hal tersebut merupakan sinyal positif masa pandemi Covid-19 yang mulai mereda dan terkendali dengan bagus sehingga menuju endemi. Kemudian diikuti dengan adanya kepercayaan wisatawan untuk mengunjungi DIY yang trigger-nya oleh banyaknya penyelenggaraan event tersebut. Bahkan penyelenggaran event tersebut masih rami.alias padat hingga penghujung 2022 nantinya di DIY.

"Sebenarnya penyelenggaraan event sebelumnya direm oleh situasi sehingga penyelenggara event kini bersemangat kembali menyelenggarakan itu. Bahkan menjadi test case atau uji coba mereka untuk menggelar event dan ternyata responnya sangat bagus. Tidak hanya event seni budaya yang digelar, tetapi event sport tourism seperti sepeda dan lari sangat banyak sampai akhir tahun nanti," imbuhnya.

Dengan maraknya berbagai event yang diadakan di DIY ini sangat berperan terhadap pemulihan atau bangkitnya industri pariwisata yang sebelumnya dihantam badai pandemi. Berdasarkan data triwulanan pergerakan wisatawan yang dihimpun Dispar DIY pada triwulan III 2022 sudah berkisar di prosentase 80 persen sampai 85 persenan. Namun pihaknya masih menunggu rilis data di triwulan IV 2022 yang diperkirakan ada peningkatan

"Peningkatan itu tidak hanya dari sekedar dari sisi jumlah tetapi dari sisi pertumbuhan ekonomi di DIY. Teman-teman Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY melaporkan pergerakan tamu cukup bagus, ada penurunan sedikit di Agustus lalu karena masa libur sekolah sudah berakhir. Tetapi saya berharap di September hingga Oktober ini ada perbaikan atau koreksi sehingga okupansinya bisa mendekati 90 persen sampai 95 persen, ungkap Singgah.

Momentum meningkatnya kebutuhan pergerakan wisatawan ini diharapkan Singgih agar ditangkap dan dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh pelaku industri pariwisata di DIY. Tidak lupa, dirinya menekankan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Saya kira situasi yang sudah sangat bagus ini bisa diambil peluang seluruh pelaku industri pariwisata di DIY dengan tetap menjalankan pola hidup sehat yang saat ini sudah berjalan seperti cuci tangan sesering mungkin didukung sarana dan prasarana (sarpras) yang harus dipastikan berjalan dengan baik.. Sistem reservasi juga perlu dijalankan dan ditingkatkan karena.memberikan kemudahan dan transparansi bagi wisatawan," jelasnya.

Kepala Dispar DIY menyebut kepastian menjadi komponen penting dan krusial bagi wisatawan untuk berkunjung ke DIY. Pihaknya sekaligus tetap meningkatkan terus-menerus kepastian seperti hospitality dan lainnya sebagai tuan rumah yang baik. Sebab pariwisata menjadi menjadi penggerak perekonomian daerah jika tercederai maka dipastikan bakal memberikan effect yang kurang baik. (Ira)

Kredit

Bagikan