Omzet Sebulan Rp900 Juta, Polda Jateng Bongkar Peredaran Oli Palsu

user
Tomi Sujatmiko 21 Oktober 2022, 07:07 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG - Polda Jateng telah berhasil membongkar peredaran oli palsu dengan menggunakan merek lain di Semarang. Produksi oli palsu mer omzet perbulan Rp 900 juta melibatkan dua tersangka AM (40) yang memproduksi dan DKA(41) sebagai kontributor.

Selain kedua tersangka, juga disita diantaranya mesin confirm, mesin sablon type magnetic,mesin sablon videojet, oven untuk panasi tutup, tali segel dan ribuan botol oli palsu siap edar.

Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio pada gelar kasus di salah satu gudang, tempat memproduksi dan menimbun oli palsu, Kamis(20/10) di jalan Kayumas Semarang Utara mengatakan peredaran oli palsu itu berlangsung sudah dua tahun.

“Dalam sehari dia bisa memproduksi 3000 botol oli palsu. Dalam sebulan omzetnya bernilai Rp 960 juta. Dalam dua tahun beroperasi, hasilnya sekitar Rp 23 Miliar", jelas Dwi Subagio.

Adapun oli palsu dengan menggunaka merek lain, yakni AHM dan Yamalube.“Produk yang dipalsu bermerk AHM dan Yamalube. Para pelaku menjual produknya secara online ke seluruh Indonesia dengan pasar terbanyak di Jawa Tengah dan Kalimantan", tambahnya.

Terkait bahaya oli palsu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy meminta masyarakat berhati-hati dan jeli dalam membeli produk. Pasalnya, dampaknya amat merugikan masyarakat selaku konsumen.

“Dalam kasus oli palsu, motor yang menggunakan oli jenis ini bisa mengalami over heat sampai kerusakan mesin, karena bahan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya",tuturnya.

Dia menyebutkan pengungkapan kasus pemalsuan merk merupakan salah satu prioritas Polda jateng karena bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat selaku konsumen.

Terungkapnya ulah para tersangka bermula dari laporan pihak perusahaan pemilik asli merek oli yang mengetahui beredarnya merek oli palsu. Dari laporan, yang juga dari masyarakat terus ditindaklanjuti sehingga ulah para para pelaku yang memalsulkan merek oli terbongkar dan diringkus.

Dari pengembangan penyidikan pada Senin(10/10), tim Unit 1 Subdit I Indagsi melakukan penggeledahan gudang oli milik AM, yang juga di pakai tempat produksi oli yang diduga hasil pelanggaran merek berbagai jenis oli merek seperti YAMALUBE dan AHM MPX.

Tersangka AM mengaku bahan dasar oli palsu hasil produksinya dari minyak Oli curah yang dibeli dari seseorang bernama FR dengan cara COD (Cash on Delivery) di Pinggiran kali Punggung Lor Tanah Mas Semarang. Oli curah tersebut kemudian dibawa ke tiga gudang untuk kemudian ditaruh di dalam penampungan tandon.

 

HALAMAN

Kredit

Bagikan