Jaga Data Pribadi Untuk Keamanan Diri

user
Agusigit 23 Oktober 2022, 05:41 WIB
untitled

Krjogja.com - Hati-hati dalam menyampaikan data pribadi, sebab kebocoran data pribadi bisa bermasalah bagi diri sendiri.

“Bukan berarti kita menolak, tetapi pastikan dahulu untuk apa kita menulis data pribadi” Demikian antara lain yang dikatakan Octo Lampito, pemimpin redaksi Kedaulatan Rakyat dan KrJogja.com, Satu (22/10).

Dalam ‘Talk Show’ menyemarakkan hari batik yang bertajuk ‘Empowering ’, diadakan oleh KKI DIY bekerjasama dengan Dekranasda Sleman, di Sleman City Hall. Acara yang dipandu Inung Rahmawati, Ketua KKI DIY tersebut, juga diadakan lomba fashion show. Juara 1.Ny Yanu Lia, II.Ny Marlinda, III.Ny Rina Hubert.Juara terlwes : Ny Haida, juara favorit : Inung Rahmawati.

Lebih lanjut Octo Lampito menyatakan karena merebaknya kebocoran data pribadi berbahaya, sehingga pemerintah perlu membuat UU Perlindungan Data Pribadi yang belum iama ini di sahkan Presiden Padahal data pribadi itu bisa dimanfaatkan untuk kejahatan.

Di era 4.0 saat ini, sebagai perempuan ibu rumah tangga, harus tahu mengenai teknologi internet. Untuk bekerja utama atau sambilan, teknologi sudah menjadi keharusan karena banyak manfaatnya untuk bisnis bekerja sambilan.

Dalam masa pandemi, perempuan paling merasa terpuruk. Bukan hanya karena penghasilan kurang, namun sistem pelajaran daring bagi putra-putranya, biasanya ibu sangat berperanan. Karena itu, perlu mengerti mengenai teknologi tersebut.

Ada beberapa penyebab kebocoran data pribadi, antara lain karena : Human Error. Yakni kebocoran data karena pengguna yang menggunakan data pribadi pada situs website atau software gratis. Hati-hati, ada aplikasi membuat pengguna memasukkan data pribadi seperti nomor telepon, tanggal lahir, dan data lainnya.

Padahal aplikasi dan website tersebut bisa saja menyimpan dan menyebarkan data pribadi pengguna. Ada juga, karena Malware yaitu program yang dirancang untuk merusak ke sistem komputer. Ada jenis malware yang berbahaya yaitu spyware. Pengguna perlu menggunakan antivirus untuk menjaga komputer dari serangan malware ini. Spyware beresiko mengumpulkan data pribadi pengguna.

Ada sebutan dalam, Phishing. Yakni memanfaatkan email untuk mengelabui korban. Pelaku phising biasanya mengirimkan rincian informasi dan mengatasnamakan pihak tertentu. Hal ini untuk memancing korban klik tautan tertentu dari email. Maka harus berhati-hati jika memberikan no rekening, atau, atau data pribadi. Juga berhati-hati ketika mengklik tautan yang diarahkan ke website. Salah satu pecegahan untuk mengambkan misalnya dalam transaksi keuangan, password musti sering diubah. Kemudian, hindari transksi e banking menggunakan wifi umum. (Ioc)

Kredit

Bagikan