Sektor Wisata Khawatir Terdampak Resesi

user
Ivan Aditya 24 Oktober 2022, 21:34 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Resesi ekonomi dipredikasi bakal menghantam perekonomian dunia tahun 2023. Salah satunya sektor wisata di Kabupaten Bantul yang sejauh ini menjadi tulang punggung perekonomian ditengah masyarakat.

Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata alam di Kapanewon Dlingo Bantul, Purwo Harsono mengatakan pihaknya tidak akan bisa berbuat banyak jika resesi ekonomi berdampak pada sektor parawisata. Karena imbas pandemi Covid-19 sebenarnya belum sepenuhnya pulih karena bisa dilihat dari kunjungan wisatawan ke objek yang dikelola koperasi

Dijelaskan dipehngujung tahun 2022 ini, kunjungan wisatawan kawasan Dlingo dikisaran 50 % jika dibandingkan sebelum pandemi. Selain itu kunjungan masih didominasi wisatawan lokal dengan kunjungan wisatawan minim tentu berdampak pada pemasukan.

Sedang akhir tahun 2022 ini bakal digelar pentas budaya, harapannya bisa menarik wisatawan berkunjung ke di Dlingo. Purwo Harsono optimis, imbas resesi ekonomi dunia tidak terlalu berdampak kepada Indonesia termasuk disektor pariwisata.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi SE mengatakan pihaknya sama sekali belum berpikir jauh soal resesi ekonomi dunia yang dipicu krisis pangan berdampak pada sektor pariwisata. "Kami belum berpikir jauh resesi ekonomi dunia akan signifikan berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Bantul," ujarnya, Senin (24/10/2022). 

Pada tahun 2023 mendatang pihaknya sudah menganggarkan berbagai tambahan atraksi di objek wisata. Harapanya dapat mendongkrak kunjungan wisatawa di Bantul termasuk mengandeng biro perjalanan dan juga stake holder lain untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bantul.

"Yang kami takutkan bukan resesi ekonomi global, namun larangan objek wisata dibuka seperti saat pandemi Covid-19 lalu," ujarnya. (Roy)

Kredit

Bagikan