Bupati Hingga Anggota DPR Panaskan Bursa Ketum KONI Bantul

user
Danar W 27 Oktober 2022, 22:30 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Bursa Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul periode 2023-2027 mulai memanas seiring munculnya nama-nama populer secara resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon (balon). Setidaknya, nama Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dan anggota DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman MM telah resmi mengambil berkas tersebut.

Ketua tim Penjaringan dan Penyaringan Musyawaran Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Bantul, Dr Sujarwo SPd Jas MOr kepada Krjogja.com di Bantul, Kamis (27/10/2022) mengatakan, hingga hari penutupan pengambilan formulir balon ketum, ada 4 formulir yang keluar. Dari empat formulir yang keluar, dua formulir diambil langsung oleh balon dan dua lainnya diambil oleh perwakilan.

"Hingga penutupan kemarin, ada empat formulir yang diambil oleh balon atau perwakilan balon. Dua formulir diambil langsung oleh balon, yakni Pak Aris Suharyanto dan Pak Supriyanto Widodo. Sedangkan untuk dua calon lainnya, yakni Bapak Bupati diambilkan Pak Isdarmoko dan Pak Gandung diambilkan oleh Pak Dain Santosa," jelas Sujarwo.

Dari keempat calon yang resmi mengambil formulir pendaftaran tersebut, tiga diantaranya adalah sosok pejabat. Selain Abdul Halim yang menjabat sebagai Bupati Bantul dan Gandung Pardiman sebagai anggota DPR RI, sosok Aris Suharyanto juga berstatus sebagai pejabat di Pemkab Bantul, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) PKP.

Majunya nama-nama pejabat ke bursa Ketum KONI Bantul periode 2023-2027 ini tak lepas dari telah disahkannya Undang-undang Nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dalam UU teranyar yang mengatur olahraga di Indonesia ini, tak ada lagi aturan yang melarang pejabat publik hingga birokrasi untuk maju sebagai pengurus di KONI.

Pada pasal 41 UU tersebut tertera; Pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga nasional di provinsi, dan komite olahraga nasional di kabupaten/kota bersifat mandiri, memiliki kompetensi di bidang Keolahragaan, dan dipilih oleh Masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, Sujarwo mengatakan, keempat balon tersebut memang secara resmi telah mengambil formulir pendaftaran, namun kepastian keempatnya apakah maju pada tahapan pemilihan di Musorkab mendatang masih akan ditunggu.

"Tahap pertama sudah dilakukan keempatnya, tinggal kita tunggu apakah keempatnya akan mengembalikan berkas yang telah diambil ke tim penjaringan dan penyaringan yang sudah kami mulai hari ini (27/10/2022) hingga 3 November mendatang," paparnya.

Selain kepastian keempatnya akan mengembalikan atau tidak formulir yang telah diambil, keempatnya juga harus melengkapi semua syarat yang telah ditentukan untuk bisa secara resmi menjadi calon Ketum di Musorkab mendatang. Beberapa syarat tersebut diantaranya, surat dukungan dari minimal 10 pengkab cabor/badan olahraga fungsional di Bantul.

Kemudian surat kesediaan untuk dicalonkan, daftar riwayat hidup singkat, surat pernyataan kesediaan menyampaikan visi dan misi, surat pernyataan kesediaan untuk berdomisili di Kabupaten Bantul, surat pernyataan mematuhi dan menjalankan AD/ART KONI 2020, surat pernyataan kesediaan dan kesiapan waktu, serta sejumlah lampiran data pribadi, termasuk SKCK dan keterangan berbadan sehat dari dokter.

Setelah tahapan pengambilan formulir, nantinya akan dilanjut dengan tahapan pengembalian berkas bakal calon ketum akan dilaksanakan pada 27 Oktober hingga 3 November. Kemudian, berkas tersebut akan diverifikasi oleh tim penjaringan dan penyaringan, kemudian hasil verifikasi akan dilaporkan, terkait siapa yang lolos menjadi calon pada 7 November mendatang.

"Rencananya setelah itu tanggal 9 November akan ada penyampaian visi dan misi calon dan tanggal 17 Desember akan digelar Musorkab," tandasnya.(Hit)

Kredit

Bagikan