Longsor di Argopeni, Suami Istri Tewas Tertimbun

user
Ivan Aditya 04 November 2022, 16:49 WIB
untitled

Krjogja.com - KEBUMEN - Suami istri ditemukan meninggal dunia di antara puing-puing rumahnya yang roboh akibat bencana tanah longsor di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (04/10/2022). Longsor dipicu hujan deras sejak Kamis (03/10/2022) petang.

Korban bernama Samidin (66) dan istrinya Rasinah (62), warga RT 03/RW 02 Desa Argopeni. Longsor terjadi pada tebing setinggi 12 meter yang berada tepat di belakang rumah korban. Tanah longsor yang menimpa rumah suami istri itu diketahui sekitar pukul 22.00 WIB (03/10/2022).

"Begitu ada laporan, tim gabungan langsung turun ke lapangan. Keterangan warga, rumah itu hanya dihuni suami istri. Upaya pencarian korban pun dilakukan malam itu juga," tegas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi, bersama Bakohumas BPBD Kabupaten Kebumen, Hery Purwoto.

Pencarian korban pada malam hari dilakukan sangat hati-hati dengan menyingkirkan puing-puing rumah. Terlebih lagi, masih turun hujan. Tim juga harus wasapada karena di puncak tebing diketahui ada retakan tanah sepanjang 3 meter yang berpotensi terjadi longsor susulan.

Kepastian korban tertimbun puing-puing rumah, diketahui setelah tim gabungan menemukan tongkat yang biasa digunakan Samidin. Tongkat tersebut selalu dibawa Samidin yang tunanetra. "Bersyukur, malam itu juga kedua korban bisa ditemukan. Keduanya ditemukan berdampingan sekitar pukul 02.30 WIB (04/10/2022) dalam kondisi sudah meninggal dunia," ungkap Haryono.

Hingga Jumat (04/10/2022) siang, tim gabungan dan masyarakat masih melakukan pembersihan lokasi. Alat berat akan diturunkan untuk mempercepat membersihkan material longsoran.

Pada masyarakat, Haryono mengimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Warga yang bermukim di lereng pegunungan, diimbau harus lebih waspada. Bila perlu mengungsi jika turun hujan deras dalam waktu lama.

Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai, aliran irigasi, atau selokan, karena bisa menghambat aliran air yang akhirnya memicu banjir. (Suk)

Kredit

Bagikan