Longsor Timpa Sepuluh Rumah dan Tutup Akses Jalan di Bagelen

user
Ivan Aditya 04 November 2022, 21:16 WIB
untitled

Krjogja.com - PURWOREJO - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Purworejo mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah desa di Kecamatan Bagelen dan Kaligesing. Sebanyak sepuluh rumah di sejumlah desa di dua kecamatan itu rusak akibat terjangan tanah.

Longsor merusak delapan rumah di Kecamatan Bagelen, yakni dua diDesa Semono, dua Desa Piji, satu Kemanukan, dan tiga di Clapar. Selain itu, dua di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing juga dilaporkan rusak akibat longsor. Sebuah rumah di Desa Cengkawakrejo Kecamatan Banyuurip juga dilaporkan rusak tertimpa pohon kelapa.

Beberapa akses jalan di Bagelen juga tertimbun tebing yang longsor. "Paling berdampak adalah longsoran di jalan kabupaten Desa Piji, di mana ruas itu menjadi akses utama menuju Desa Semagung dan Durensari," kata Babinsa Desa Piji Serka Sugiyanto, kepada KRJOGJA.com, Jumat (04/11/2022).

Menurutnya, bencana terjadi sekitar tengah malam setelah hujan lebat mengguyur wilayah Bagelen sejak Kamis sore. Tebing setinggi delapan meter longsor menutup jalan sepanjang 20 meter dengan ketebalan hingga dua meter.

"Ada lima titik longsor di jalan itu dan warga Semagung serta Durensari yang ingin ke Purworejo, harus memutar lewat Kaligesing atau Hargorojo Bagelen," terangnya.

Camat Bagelen Kusaeri menuturkan, bangunan rumah yang tertimpa longsor sudah mendapatkan penanganan. "Semua turun membantu, warga bersinergi dengan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Purworejo, dan relawan. Tidak ada warga yang mengungsi," ucapnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Budi Wibowo mengemukakan, seluruh unsur kedaruratan diterjunkan menangani bencana di sejumlah desa di Purworejo. Alat berat juga didatangkan untuk membuka akses jalan kabupaten penghubung Desa Piji dengan Semagung.

Budi memperkirakan, akses jalan bisa langsung dibuka dalam satu hari pekerjaan. Setelah terbuka, akses akan dibersihkan dari sisa material agar tidak licin saat dilewati. "Perkiraan dalam sehari pekerjaan, akses sudah bisa dibuka. BPBD fokus ke jalan itu mengingat fungsinya yang vital," katanya.

Budi Wibowo juga meminta masyarakat di kawasan perbukitan untuk waspada dengan bencana tanah longsor dan angin kencang. "Selalu waspada mengingat hujan ekstrim kerap mengguyur, siap untuk selamat dan jangan sampai timbul korban jiwa," tandasnya. (Jas)

Kredit

Bagikan