Aksi Bergizi Remaja, Bikin Glowing

user
Danar W 07 November 2022, 05:31 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 tak lepas dari perayaan keberhasilan pemberantasan penyakit malaria yang saat itu menjadi masalah besar di banyak daerah. Pemerintah membentuk Dinas Pembasmian Malaria tahun 1959 yang secara simbolis dilakukan Presiden Soekarno 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta.

"Tema Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-58 Tahun 2022 adalah "Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku". Tema ini menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang secara bersama, bahu membahu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi pandemi, sehingga masyarakat Indonesia dapat kembali sehat dan tumbuh untuk beraktivitas dan produktif," jelas Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan Siti Nur Hayyah Isfandiari, SKM MKes kepada KRJogja.com, Sabtu (5/11)

Disebutkan Peringatan HKN di DIY disemarakkan berbagi aksi edukasi dan motivasi masyarakat untuk hidup lebih sehat, sebagai salah satu langkah untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. "Gebyar HKN di DIY meliputi : Aksi Bergizi, Pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus Disabilitas, variety show, kampanye HKN di Taman Budaya Yogyakarta, senam sehat. bersama kelompok olahraga msayarakat, seminar, dan pameran kesehatan tradisional," jelasnya.

Aksi Bergizi telah dilaksanakan 26 Oktober 2022, serentak di 12 sekolah yang diikuti sejumlah 1.200 siswi yang ada di seluruh kabupaten /kota, dari SMP sampai SMA atau yang sederajat. "Masalah kesehatan dan gizi pada remaja putri menjadi fokus perhatian karena anak usia sekolah dan remaja merupakan suatu kelompok yang jumlahnya cukup besar dalam populasi penduduk Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dari berbagai sumber, sebanyak 85% remaja Indonesia tidak sarapan; 57% kurang aktivitas fisik; 48% tidak mencuci tangan dengan benar; 29% kurang energi dan 48% kurang asupan protein.
"Perilaku ini berkontribusi dalam tingginya angka anemia pada remaja. Data menunjukkan bahwa 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami anemia atau kekurangan haemoglobin pada darahnya," ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara blanket approach. Semua remaja putri diberikan TTD dengan dosis yang sama. "Para siswi diajak melakukan aktivitas fisik selama 30 menit, kemudian sarapan bersama dengan menu gizi seimbang yang sering disebut program isi pringku, kemudian minum tablet tambah darah bersama-sama, dan melaporkan kegiatan minum TTD tersebut pada aplikasi CERIA atau Cegah Anemia pada Remaja Indonesia yang dapat diakses pada laman kemkes.go.id," tuturnya.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan DIY drg. Pembayun Setyaning Astutie MKes. menyampaikan remaja putri merupakan salah satu generasi penerus dan calon ibu bagi anak-anaknya, harus cerdas dan sehat. "Remaja yang sehat kelak akan melahirkan anak-anak yang sehat. Selain itu, remaja yang tidak mengalami anemia akan menjadi remaja yang sehat, bugar, produktif dan tidak berwajah kuyu dan pucat. Inilah mengapa aksi bergizi ini punya jargon : Aksi Bergizi Bikin Glowing....," tegasnya

Pada akhir aksi bergizi ini, para siswi melakukan foto selfi baik perseorangan maupun berombongan, yang selanjutnya diunggah pada medsos masing-masing dan karena akis bergizi ini dilakukan di 34 propinsi secara serentak pada lebih dari 6.000 sekolah, diharapkan akan menjadi momentum nasional untuk mengajak remaja putri menjaga kesehatannya dan tidak menjadi remaja anemia. (Vin)

Kredit

Bagikan