Tiga Pola Program Ini Ikut Turunkan Angka Stunting di Yogyakarta

user
Tomi Sujatmiko 10 November 2022, 09:40 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Sejalan dengan misi perusahaan yang berkomitmen membawa kesehatan melalui makanan dan minuman ke sebanyak mungkin orang, Danone Indonesia terus berupaya untuk mendukung target pemerintah dalam penurunan angka stunting di Indonesia. 

Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK menjelaskan guna mengatasi stunting dibutuhkan paket lengkap lintas sektoral, melibatkan semua pemangku kepentingan secara serentak pada fase hulu dan hilir. Berangkat dari permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan Indonesia, Danone Indonesia memiliki berbagai inisiatif program berkelanjutan yang memperhatikan tiga area fokus pencegahan stunting yaitu Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. 

"Melalui ketiga area fokus tersebut, diharapkan dapat mendukung kesehatan sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dengan mengedepankan keahlian yang dimiliki oleh Danone Indonesia sebagai sektor industri," ungkapnya.

Danone Indonesia sebagai perusahaan yang beroperasi dan memproduksi produknya di Indonesia untuk masyarakat di Indonesia, juga berkomitmen mengembangkan inovasi produk bernutrisi untuk mendukung kualitas kesehatan masyarakat, khususnya untuk menjawab kebutuhan gizi ibu hingga anak-anak. Selain melalui keahlian bidang sains dan teknologi yang juga tergambar dalam fasilitas pusat riset R&I Center di Yogyakarta.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., mengungkapkan Danone Indonesia melakukan berbagai upaya untuk mendukung penyediaan inovasi produk bernutrisi untuk mendukung penanganan dan pencegahan stunting di Indonesia. 

“Selama lebih dari 68 tahun hadir dan menyediakan nutrisi untuk masyarakat Indonesia, Danone Indonesia melalui Nutricia dan Sarihusada berkomitmen untuk melakukan berbagai inovasi produk untuk menjawab kebutuhan gizi ibu hamil hingga anak-anak."

Salah satunya adalah permasalahan anemia yang dialami sekitar 48.9% ibu hamil dan sekitar 1 dari 3 anak berusia di bawah 5 tahun di Indonesia. Untuk itu, kami mengembangkan produk dengan zat gizi atau bahan yang inovatif serta memiliki nilai gizi yang bermanfaat untuk membantu pemenuhan zat gizi ibu hamil dan anak Indonesia yang aman dan berkualitas tinggi untuk dikonsumsi masyarakat. Salah satu contoh zat gizi inovatif dari kami yaitu IronC yang merupakan kombinasi zat besi dan vitamin C untuk membantu pemenuhan gizi dan zat besi pada anak. 

"Inovasi produk nutrisi kejar tumbuh untuk anak gizi kurang atau gizi buruk (PKMK) juga kami lakukan untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan stunting pada anak Indonesia. Selain itu, kami juga mendukung penyediaan alat bantu pemantauan pertumbuhan digital untuk membantu orang tua memonitor pertumbuhan anaknya.”

Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi., mengatakan salah satu pendekatan penyelesaian dari sekian banyak pendekatan yang harus dilakukan secara bersamaan adalah pemberian nutrisi ibu dan anak yang seimbang di 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Bahkan, memastikan nutrisi ibu yang cukup sebelum konsepsi juga penting. Namun, dalam kondisi ketika pangan lokal sehari-hari tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mengejar ketertinggalan tersebut, industri bisa hadir melalui inovasi produk nutrisi kejar tumbuh untuk anak yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Peran industri lainnya yang tidak kalah penting adalah edukasi terus menerus kepada masyarakat, terutama mengenai pola makan gizi seimbang, pola asuh yang baik dan sanitasi yang sehat. 

"Kami dari FEMA IPB sangat menyambut baik segala upaya kolaborasi dengan Danone Indonesia melalui program-program keberlanjutan seperti program Isi Piringku, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih maju.”

Lusiningsih, SE., M.Si., Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta menyadari pemerintah daerah tidak dapat bergerak sendiri untuk terus menekan angka stunting. Walaupun Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan angka prevalensi terendah di Indonesia, namun harus tetap melakukan upaya agar angka stunting tidak meningkat, bahkan bisa terus menurun. 

Sebagai upaya menyebarluaskan informasi seputar inisiatif program pencegahan stunting tersebut, Danone Indonesia menggelar kegiatan Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting” bertajuk “Kolaborasi dan Inovasi Dukung Anak Indonesia Jadi Generasi Maju” yang diselenggarakan pada 8-10 November 2022 di Wonosobo dan Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, Danone Indonesia ingin berbagi pengalaman praktik baik dalam upaya pencegahan stunting yang berfokus pada 3 pendekatan yaitu Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi.

Di mana Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang menjadi tujuan kegiatan ini dimana ada beberapa lokasi program yang dikunjungi, diantaranya di daerah Yogyakarta, yaitu Isi Piringku, Bunda Mengajar, dan WAS (Warung Anak Sehat), di mana program-program tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Yogyakarta yang tinggal di perkotaan, khususnya anak dan keluarga dalam menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, pola asuh yang baik dan sanitasi yang sehat. Sebab, masyarakat yang tinggal di perkotaan seperti di Yogyakarta, tidak sedikit yang belum memahami tentang pola asuh dan pola makan untuk anak yang baik dan tepat. 

Program Bunda Mengajar yang diimplementasikan di Kelurahan Kricak, Yogyakarta berfokus pada tiga kegiatan yaitu edukasi, posyandu, dan urban farming, yang bertujuan menjawab berbagai faktor yang menjadi permasalahan pemenuhan gizi seimbang di perkotaan melalui upaya edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan sumber penghasilan masyarakat.

Sementara melalui program Isi Piringku 4-6 tahun yang dilakukan di TK PKK Budi Rahayu di Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta, merupakan dukungan nyata Danone Indonesia untuk pemerintah dalam mensosialisasikan panduan ‘Isi Piringku’ kepada para orang tua dan para guru pendidikan anak usia dini (PAUD), yang bertujuan untuk membantu para orang tua dan guru membiasakan konsumsi makanan dengan gizi seimbang baik di rumah maupun sekolah. 

Sedangkan, melalui program WAS yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kotagede 3 Yogyakarta bertujuan untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak usia 5-12 tahun dan mengedukasi anak-anak dan para guru di sekolah, serta melatih para ibu kantin dalam membuat jajanan bernutrisi dan aman. (*)

 

 

Kredit

Bagikan