Kondisi Global Tak Menentu, Kunjungan Wisman Ke DIY Lesu

user
Ivan Aditya 10 November 2022, 19:45 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY lesu akhir akhir ini. Adanya penurunan jumlah wisman tersebut dipicu situasi global yang masih tidak menentu dan tidak stabil dengan isu-isu Covid varian baru hingga harga tiket pesawat yang masih fluktuatif karena mahalnya biaya bahan bakar minyaknya.

"Isu Candi Borobudur yang belum bisa naik ke atas tinggal kita menarasikan supaya wisman nyaman. Jadi tergantung bagaimana kita bisa mempromosikan ya karena tidak semua harus naik tetapi tetap dari bawah pun tetap bisa dilakukan penjelasan mengenai Candi Borobudur," tandas Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo kepada Krjogja.com di Yogyakarta, Kamis (10/11/2022).

Singgih menyatakan selain itu, sangat memungkinkan sekali ditambah memanfaatkan daya tarik wisata lainnya seperti Candi Prambanan dan Kraton Yogyakarta yang semakin lebih terbuka dan bagus. Tidak terkecuali daya tarik Desa Wisata yang juga harus didorong karena semakin siap menerima kunjungan wisman.

"Jadi penurunan jumlah kunjungan turis ke DIY bukan karena tidak bisa naik Candi Borobudur atau adanya pembatasan lainnya. Namun sekali lagi saya tekankan dipicu situasi dan kondisi global yang tidak menentu atau penuh ketidakpastian yang membuat wisman menunda untuk berwisata serta sangat sulit melakukan perencanaan," imbuhnya.

Menurut Singgih, kondisi penurunan jumlah kunjungan wisman tersebut tetaplah perlu disikapi serius dengan adaptasi dan inovasi. Sebab DIY memiliki banyak potensi wisata yang sangat menarik sehingga harus digarap dengan seoptimal mungkin. Tren kenaikan jumlah kunjungan wisatawan biasanya terjadi pada Juni sampai September.

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY pada September 2022 naik 52,19 persen dibandingkan Agustus 2022, yaitu dari 640 kunjungan menjadi 974 kunjungan" kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto.

Sugeng menyampaikan memasuki keempat 2022, pergerakan kunjungan wisman mulai terlihat. Tercatat 35 wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Bahkan pada Mei jumlah kunjungan naik lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Tren kenaikan kembali terlihat pada Juni dan Juli. Penurunan terjadi pada Agustus dan kembali mengalami kenaikan di September yaitu dari 640 kunjungan menjadi 974 kunjungan.

"Sepuluh negara asal wisman yang mendominasi kunjungan ke DIY pada periode Januari hingga September 2022 yaitu Malaysia, Spanyol, Belanda, Perancis, Italia, Jerman, Thailand, Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Jumlah kunjungan wisman dari sepuluh negara tersebut mencapai 81,92 persen dari jumlah seluruh kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari sampai September 2022," pungkas Sugeng. (Ira)

Kredit

Bagikan