SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Gelar Karya Project P5

user
Agusigit 15 November 2022, 13:45 WIB
untitled

 
MAGELANG - Kurikulum Merdeka sudah mulai dijalankan di banyak sekolah di seluruh Indonesia. Termasuk di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan juga menjadi salah satu sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Salah satu bagian dari pelaksanaan kurikulum ini adalah pelaksanaan project base learning, yang mewajibkan siswa-siswi saling berkolaborasi dengan sesama siswa untuk  menunjukan dan mengembangkan berbagai kemampuan yang mereka miliki. 
 
SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan telah melaksanakan gelar karya anak-anak dengan mengambil Tema "Bangunlah Jiwa-Raganya" yang dipertajam dalam refleksi yang diberi judul “Peluh di Bawah Sang Surya”. Peluh di bawah Sang Surya adalah sebuah penajaman tema untuk mengajak anak memaknai tentang perjuangan mereka, orang-orang di sekitar mereka, orang-orang yang mereka jumpai dalam perjalanan ziarah rohani mereka, hingga masalah-masalah yang bisa mereka tangkap dalam mengamati situasi sekitar mereka. 
 
Kegiatan ini diawali dengan serangkaian persiapan dengan penjelasan rangkaian kegiatan ini, materi-materi yang terkait dengan bangunlah jiwa-raganya dan siswa menjalani long march dari sekolah menuju ke sendang sono pada hari Sabtu (29/10/2022) kemarin.
 
Mengapa tempat tujuannya adalah adalah tempat Ziarah Rohani Goa Maria Sendang Sono ? Hal ini dikarenakan bagi umat katolik Bulan Okrober adalah bulan Maria, sehingga sekaligus sebagai perjalanan ziarah rohani para siswa. Dan ternyata, ada kaitan kuat antara SMA Van Lith dan Sendang Sono. Dimana pendiri sekolah SMA Van Lith yakni Romo Georgeus Josephus Van Lith yang merupakan seorang misionaris Katolik yang membabtis pertama kali dari hasil pewartaannya di Sendang Sono. 
 
"Bentuk kegiatan ini adalah berupa pameran karya dan pementasan karya hasil dari anak-anak. Pameran karya meliputi pameran foto, pameran lukisan, pameran puisi, karya patung yang dikemas dan ditata secara apik oleh siswa-siswi seperti orang masuk dalam galeri pameran," kata Kepala SMA Van Lith Muntilan, Bruder Agustinus Giwal Santoso, FIC, M.M yang juga penanggung jawab Gelar Karya, Senin (14/11/2022) 
 
Sedangkan pementasan, lanjut Bruder Agustinus Giwal Santoso, ada yang berupa pemutaran cinema karya anak yang ditempatkan khusus dengan ruangan serba mirip seperti bioskop yang lengkap, bahkan anak-anak menyediakan popcorn untuk melengkapi kesan bioskop dari kelas yang mereka sulap menjadi gedung bioskop. "Selain cinematografi para siswa juga menampilkan karya-karya mereka di panggung sekolah, seperti musikalisasi puisi, drama musikal, lagu karya mereka sendiri, koregrafi, flash mob, dan lain sebagainya," ungkapnya.  
 
Ditambahkan Ketua Pelaksana Gelar Karya, Heribertus Eko Prasetyo SS, kegiatan gelar karya siswa-siswi ini, dilaksanakan pada tanggal 12 November 2022. 
Salah satu karya pameran anak yang paling banyak dikagumi oleh para pengunjung adalah lukisan Romo Van Lith yang dibuat dari sampah plastik. "Mereka mengangkat karya ini karena ketika dalam perjalanan ke Sendang Sono mereka sering sekali melihat sampah plastik yang tersebar dimana-mana. Maka mereka menampilkan karya lukisan dari sampah plastik sebagai upaya perjuangan ekologi menjadikan lingkungan yang bersih," imbuhnya. (Bag)

Kredit

Bagikan