DIY Tuan Rumah ATF 2023, Momentum Wujudkan Daerah Tujuan Wisata Terkemuka

user
Danar W 16 November 2022, 09:10 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - DIY siap menjadi tuan rumah ajang bergengsi pariwisata internasional, ASEAN Tourism Forum (ATF) bertema 'ASEAN: A Journey to Wonderful Destinations' pada 2 hingga 5 Februari 2023 mendatang. Berbagai kesiapan tengah dilakukan baik sarana prasarana (sarpras) infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) hingga kemudahan aksesibilitas bagi para peserta delegasi ATF 2023 dengan melibatkan seluruh insan pariwisata mulai dari pelaku, stakeholder hingga masyarakat yang ada dalam ekosistem pariwisata.

DIY dipilih menjadi tuan rumah ATF 2024 karena pernah menjadi tuan rumah ATF di 2002, kesiapan sarpras, SDM dan kesiapan aksesibilitas dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Bahkan beberapa penerbangan langsung internasional hadir di BIY seperti dari Malaysia, Singapura dari terbaru dari Thailand sebagai bentuk kemudahan yang diberikan kepada para peserta ATF untuk bisa menjangkau lebih cepat dan lebih murah ke destinasi wisata ataupun dari venue yang ada di DIY.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder pariwisata di DIY maupun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) guna mempersiapkan diri menjadi tuan rumah ATF 2023. Dari sisi venue acara telah dipersiapkan sejummlah lokasi antara lain untuk Travel Expo (Travex) di Jogja Expo Center (JEC) yang tengah direhab besar-besaran agar memenuhi syarat sebagai venue MICE standar ASEAN. Tentunya dibutuhkan komitmen bersama-sama antara Pemda DIY dengan pengelola venue guna mendukung penyelenggaraan ATF 2023. Kemudian venue hotel untuk penginapan delegasi terdapat 11 official hotel bintang 5 dan beberapa partner hotel bintang 4 yang siap.

"Teman-teman pengelola objek wisata di DIY pun tengah mempersiapkan berbagai paket-paket wisata lengkap dengan amenitas yang akan ditawarkan kepada buyer. Kami sangat membutuhkan partisipasi dari pelaku industri pariwisata seperti Asita hingga melibatkan desa wisata. Tidak tanggung-tanggung seluruh pelaku industri pariwisata di DIY hingga masyarakatnya dilibatkan," ujarnya kepada KR di Yogyakarta, Senin (14/11).

Sebagai tuan rumah ATF 2023, Singgih menyatakan DIY harus tampil dengan optimal, seperti paket wisata yang ditawarkan sesuai dengan minat wisatawan seperti wellness tourism maupun desa wisata. Tidak hanya sekedar paket wisata di DIY, paket wisata dari luar daerah sekitar DIY pun ditawarkan agar menjadi DIY and Beyond. Artinya merupakan suatu kawasan yang tidak terpisahkan wilayah administrasi, semisal karena Yogyakarta merupakan wilayah Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur maka Civilization menjadi bagian yang ditawarkan. Selanjutnya ada Joglo Semar alias Jogja-Solo-Semarang yang bisa ditawarkan.

"Kita akan menyeleksi liaison official untuk mendampingi para delegasi. Di samping itu, kita juga mempersiapkan produk ekonomi kreatif tidak hanya Business to Business (B2B) tetapi juga Business to Customer (B2C) yang baru ada di ATF 2023. Hal itu berkat kekuatan potensi ekonomi kreatif alias UMKM yang memang ada di DIY sehingga, kami tanpa ragu-ragu menawarkan adanya B2C menjadi bagian yang mewarnai Travex," tuturnya.

Singgih menyampaikan pihaknya menaruh harapan besar dengan digelarnya ATF 2023 di DIY ini menjadi momentum mewujudkan DIY sebagai daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Singkatnya, event akbar pariwisata internasiona ini merupakan momentum kebangkitan industri pariwisata di Tanah Air khususnya DIY. Untuk itu, pihaknya sangat mendorong seluruh pelaku industri pariwisata di DIY agar memanfaatkan momentum ATF 2023 seoptimal mungkin dengan mengusung tema-tema besar yang universal seperti quality and suitability tourism kemudian pariwisata yang inklusif sehingga semua lapisan masyarakat tanpa kecuali bisa menikmati pariwisata.

"Pas banget kita masih terbatas sekali dengan offline promotion sehingga ATF 2023 merupakan ajang promosi offline terbesar dan pertama selama pandemi Covid-19. Tidak ketinggalan digitalisasi juga menjadi bagian penting sehingga ATF 2023 harus betul-betul dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kebangkitan industri pariwisata. Yang tidak kalah pentingnya, masyarakat DIY harus tahu dan nyengkuyung bersama dengan melibatkan ekosistem pariwisata yang semua dasarnya adalah hospitality," pungkasnya. (Ira)

Kredit

Bagikan