Apoteker Berperan dalam Program Zero TB

user
Agusigit 17 November 2022, 05:46 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Pengurus Cabang (PC) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sleman menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Alana Palagan Sleman pada 13 November 2022. Konfercab merupakan organ pemegang kekuasaan tertinggi dalam IAI di tingkat cabang yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang.

Konfercab dilaksanakan dengan tujuan untuk menyusun program cabang dalam rangka pelaksanaan program daerah, menilai pertanggungjawaban pengurus cabang, memilih dan menetapkan Ketua Pengurus Cabang, serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya sesuai dengan kewenangannya. Terpilih kembali secara aklamasi, apt Deddy Setyono SFarm sebagai Ketua PC IAI Sleman periode 2022-2026.

Ketua panitia, apt Taufiqurohman MClin Pharm menuturkan, konfercab mengusung tema 'Sesarengan Kita Jaga Sleman Saka Bebaya Tuberkulosis'. "Diharapkan Apoteker Sleman yang berpraktek di segala bidang dapat meningkatkan keilmuan mereka tentang Tubekulosis sehingga perannya dalam program Zero TB Yogyakarta semakin kuat dan besar," katanya.

Konfercab dan Seminar diikuti oleh 500 peserta yang hadir secara offline. Acara konfercab dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Sleman dr Cahya Purnama MKes. Selain itu hadir pula Ketua PD IAI DIY, apt Hendy Ristiono MPH. Sebelum acara konfercab dan seminar, Apoteker Sleman menyuguhkan edutainment bertajuk Tuberkulosis.

Sesi pertama seminar menghadirkan dr Rina Triasih MMed PhD SpA(K) selaku direktur Zero TB Yogyakarta. Sedangkan sesi kedua menghadirkan narasumber para Apoteker hebat Yogya yakni Ketua Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (Hisfarsi) apt Taufiqurohman MClin Pharm, Ketua Himpunan Seminat Farmasi Puskesmas (Hisfarkesmas) apt Nirma Atin Shintia SSi dan Ketua Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (Hisfarma) apt Tunggul Wardani SFarm.

Taufiqurohman mengatakan, Apoteker berperan dalam edukasi kepada pasien TB agar patuh minum obat. Kepatuhan minum obat ini akan berpengaruh sekali terhadap keberhasilan pengobatan TB. Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin banyak pasien yang diobati, semakin banyak masyarakat yang teredukasi adalah bentuk dari program Zero TB Yogyakarta. "Apoteker sangat berperan dalam program tersebut," katanya.

Oleh karena itu kegiatan-kegiatan seminar, workshop, symposium diharapkan akan sangat membantu meningkatkan pengetahuan seorang Apoteker terkait dengan Tuberkulosis, baik tentang penyakitnya, pengobatannya, penularannya, sehingga dapat dijadikan modal untuk edukasi ke masyarakat luas. (Dev)

Kredit

Bagikan