Disdikbud Karanganyar Bakal Regrouping 94 SDN Tahun Depan

user
Agusigit 17 November 2022, 19:28 WIB
untitled

Krjogja.com - KARANGANYAR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar berencana menggabungkan 94 sekolah dasar (SD) di tahun 2023. Penggabungan ini akan diawali verifikasi.

"Masih kita screening lagi. Data terakhir sih ada 94 SD yang deal di regrouping. Tapi ini juga masih didata lagi," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibowo kepada KR, Kamis (17/11).

Yopi mengatakan regrouping sekolah diseleksi berdasarkan letak geografis, kepadatan penduduk sekitar, dan menghitung potensi jumlah siswa TK di lokasi yang hendak masuk SD. Dikatakannya, regrouping tersebut baru akan direalisasikan saat tahun ajaran baru (TAB) 2023/2024 mendatang. Hal ini menyesuaikan penganggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Regrouping juga didasari pertimbangan reaksi komite orangtua dan guru. Terkadang, penolakan dari kalangan tersebut tidak realistis.

Contoh kasus seperti wacana regrouping SD Negeri Malangjiwan 1 yang menuai penolakan dari warga sekolah tersebut.

Padahal Pemkab berencana me-regrouping SD itu karena mempertimbangkan sisi geografis dan aspek kenyamanan keamanan sekolah. Sesuai rencana SD Malangjiwan 1 akan di regrouping ke SD Malangjiwan 5. "Lokasi sekolahnya (SD Malangjiwan 5) ada di tengah kampung dan halamannya juga luas. Dekat masjid juga. Beda lokasi SD Malangjiwan 1 sekarang di pinggir jalan raya, dan lahannya sempit," ungkap Yopi.

Yopi mempertimbangkan penggabungan SD Malangjiwan 1 ke Malangjiwan 5 lebih mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan. Nantinya penggabungan SD tersebut tetap dengan label SD Malangjiwan 1. Hanya lokasi sekolah yang dipindahkan saja. Termasuk guru dan kepala sekolah juga akan digabung. Kasus serupa juga di SD Kalisoro 1, yang letaknya berada di pinggir jalan raya Tawangmangu. Pemkab berencana memindahkan SD tersebut ke Kalisoro 2. Namun label yang digunakan tetap SD Kalisoro 1.

"Jadi tidak perlu khawatir. Toh ini untuk pengembangan sekolah itu sendiri," katanya. (Lim)

Kredit

Bagikan