Kendalikan Inflasi Daerah, Dinas Pangan Sukoharjo Adakan Operasi Pasar

user
Tomi Sujatmiko 18 November 2022, 06:36 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Dinas Pangan Sukoharjo gelar operasi pasar atau bazar pangan murah (OP/BPM) secara bergantian di balai desa dan kantor kelurahan di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan digelar dalam rangka pengendalian inflasi di Kabupaten Sukoharjo terutama pengendalian harga komoditas pangan pembentuk inflasi melalui program perlindungan sosial.

Kepala Dinas Pangan Sukoharjo Endang Tien Maryuni, Kamis (17/11) mengatakan, OP/BPM sudah digelar Dinas Pangan Sukoharjo disejumlah tempat sejak beberapa waktu lalu. Kegiatan dilakukan setelah sebelumnya ada instruksi dari pemerintah pusat yang ditindaklanjuti Pemkab Sukoharjo.

OP/BPM seperti rutin digelar di halaman kantor Pemkab Sukoharjo pada setiap hari Jumat pagi atau momen acara tertentu. Kegiatan serupa juga digelar disejumlah tempat lain seperti di balai desa dan kelurahan. Tempat baik di tengah kota hingga pelosok desa dihadapkan bisa membantu mendekatkan barang kebutuhan pokok dengan masyarakat yang membutuhkan.

Dinas Pangan Sukoharjo melakukan OP/BPM dalam rangka pengendalian inflasi di Kabupaten Sukoharjo terutama pengendalian harga komoditas pangan pembentuk inflasi melalui program perlindungan sosial. Sebab kenaikan harga kebutuhan pokok pangan sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah.

"Kebutuhan pokok pangan masyarakat kami dekatkan kepada masyarakat dan dijual dengan harga dibawah harga pasar. Tujuannya dalam rangka pengendalian inflasi daerah dimana kebutuhan pokok pangan mudah didapat masyarakat dan harga terjangkau atau tidak ada kenaikan tinggi," ujarnya.

Salah satu OP/BPM digelar Dinas Pangan Sukoharjo di Balai Desa Gumpang Kecamatan Kartasura, Kamis (17/11). Dalam pelaksanaanya petugas membagikan kupon atau kartu girik kepada masyarakat untuk bisa membeli kebutuhan pokok pangan. Sedangkan bagi masyarakat lain yang tidak mendapat kupon atau kartu girik tetap diperbolehkan membeli.

Komoditas kebutuhan pangan yang dijual dalam OP/BPM seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang putih dan tepung terigu. Pembeli merupakan masyarakat umum dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Sebelum OP/BPM digelar kami sudah mengirim surat pemberitahuan ke kecamatan dan diteruskan ke pihak desa. Selanjutnya diinformasikan ke masyarakat untuk mempermudah pembelian kebutuhan pokok pangan yang dijual," lanjutnya.

Pelaksanaan OP/BPM mendapat sambutan positif dari masyarakat dimana barang kebutuhan pokok pangan yang dijual diserbu pembeli. Untuk mengantisipasi aksi borong, petugas telah melakukan pembatasan agar distribusi penjualan barang dapat merata dibeli oleh masyarakat.

"Penekanannya agar inflasi daerah dapat terkendali. Harga kebutuhan pokok pangan yang naik langsung kami drop barang untuk digelar OP/BPM," lanjutnya.

HALAMAN

Kredit

Bagikan