Membumikan Idiologi Negara Bagi Generasi Milenial

user
Danar W 19 November 2022, 07:10 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Keberadaan Pancasila sebagai ideologi negara mulai tergerus, terutama di kalangan milenial. Oleh karena itu, membumikan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila harus terus dilakukan. Pembumian nilai-nilai Pancasila bagi generasi milenial tentu disesuaikan dengan cara mereka.

Demikian kesimpulan dari sarasehan 'Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaa', Jumat (18/11/2022) di Gedung Pertemuan Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul. Dalam kegiatan yang diprakarsai Kantor Kesbangpol Pemprov DIY ini, diikuti perwakilan pelajar dan generasi muda yang ada di wilayah Piyungan.

Narasumber yang dihadirkan yakni anggota DPRD DIY KPH Purbodiningrat SE MBA, Rona Utami (Pusat Studi Pancasila UGM), Kapten Timotius Sibanu (Korem 072/ Pamungkas) dan M Sobirin (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme /FKPT) DIY.

Menurut Rona Utami, generasi milenial harus menjadi benteng Pancasila. Selain itu, harus terus diasah agar memiliki daya kritis dan budaya literasi, sehingga tidak mudah terseret arus zaman. Diakuinya, pekerjaan ini tidak mudah. Lebih-lebih era sekarang cengkeraman handphone begitu kuat. "Kalau lupa bawa HP, hidup kita seperti mati separo," kilah Dosen Filsafat UGM ini.

Ia berharap ada formulasi atau cara baru untuk memahamkan nilai-nilai Pancasila, utamanya bagi generasi milenial. Termasuk memanfaatkan berbagai platform media sosial dan teknologi informasi (TI) yang ada.

Anggota DPRD DIY KPH Purbodiningrat menyebutkan, pada awal tahun 2022 DIY sudah mengesahkan Perda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Perda No 1/2022 ini, dimaksudkan sebagai landasan Pemda DIY untuk lebih memasifkan pendidikan Pancasila, termasuk ke sekolah dan lingkungan masyarakat.

Ia berharap, warga masyarakat dan generasi muda menjadikan Pancasila sebagai idiologi dinamis agar tak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa menjerumuskan.

Kapten Timotios Subanu dari Korem 072/Pamungkas Yogyakarta pada forum tersebut mengingatkan pentingnya bela negara yang harus terus ditanamkan, seperti cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan memiliki kemampuan bela negara.

Sedangkan M Sobirin menyebutkan tentang bibit-bibit perpecahan antar komponen bangsa yang perlu diwaspadai. Apalagi melalui media sosial yang cukup gencar. Perbedaan orientasi politik dan benturan kepentingan adalah dua alasan yang cukup potensial. "Kalau hal ini dibiarkan dapat menjadi pemicu perpecahan," katanya.

Ia juga menyebutkan, saat ini sudah bukan waktunya lagi ada dikotomi antara agama dan Pancasila. Saat ini yang perlu dilakukan adalah membumikan Pancasila, yakni nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Obi)

Kredit

Bagikan