Kapolres Sukoharjo Turun Langsung Bantu Evakuasi Warga Korban Banjir

user
Agusigit 20 November 2022, 08:39 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan turun langsung memimpin anggota melakukan evakuasi warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo, Sabtu (19/11). Evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan milik Polres Sukoharjo dan bantuan sejumlah pihak. Warga untuk sementara ditempatkan di lokasi pengungsian menunggu air surut dan cuaca kembali normal.

Banjir terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo dampak hujan deras sejak Jumat (18/11) siang hingga Sabtu (19/11) dinihari. Sungai Bengawan Solo dan beberapa sungai lainnya meluap hingga menggenangi rumah warga. Banjir seperti terjadi di wilayah Kecamatan Baki, Kecamatan Weru, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Mojolaban.

Banjir yang terjadi dikarenakan sungai yang meluap ke pemukiman warga. Untuk Kecamatan Weru, sejumlah desa yang terendam banjir di antaranya Desa Tawang, Desa Weru, Desa Krajan, Desa Karangwuni, Desa Tegalsari, dan Desa Grogol.

Untuk desa di Kecamatan Grogol yang terkena dampak banjir terpantau Desa Kadokan dan Desa Langenharjo. Kecamatan Baki di Desa Mancasan dan Desa Ngrombo. Sedangkan di Kecamatan Mojolaban meliputi Desa Tegalmade, Desa Laban, dan Desa Gadingan.

Menanggapi kejadian bencana tersebut, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, terjun langsung membantu mengevakuasi masyarakat yang terkena dampak banjir. Evakuasi tersebut dilakukan Kapolres di wilayah Dukuh Nusupan, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol.

"Hari ini kita bersama Tim Sar dari Polres Sukoharjo, Kodim 0726, BPBD, dan relawan membantu mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian material belum bisa dipastikan," ujarnya.

Disinggung ketinggian air, Kapolres menjelaskan ketinggian air bervariasi diberbagai daerah, namun rata-rata hingga setinggi paha orang dewasa. Hingga pagi ini, Sabtu (19/11) air masih menggenangi wilayah-wilayah tersebut.

"Kita harapkan air segera surut, dan nantinya masyarakat bisa segera kembali menempati rumahnya kembali," lanjutnya.

Polres Sukoharjo sudah meminta kepada Polsek dan seluruh jajarannya untuk turun langsung bertemu dengan masyarakat membantu warga terdampak banjir. Sebab bencana alam tersebut terjadi membuat warga mengalami kesulitan beraktivitas.

"Anggota juga diterjunkan di wilayah lain yang terdampak banjir. Evakuasi dilakukan terhadap warga dengan menempatkan ke tempat aman dari banjir," lanjutnya.

Polisi bersama petugas dari tim gabungan juga telah disiagakan mengantisipasi terjadinya bencana alam lainnya. Sebab dibeberapa wilayah rawan tanah longsor dan angin kencang.

"Rumah warga yang ditinggalkan pemiliknya ke tempat pengungsian juga dipantau anggota bersama petugas dari tim gabungan. Antisipasi tidak hanya pada tindak kriminal saja, melainkan juga bahaya lain yang timbul dari bencana alam mengingat kondisi cuaca masih sering turun hujan deras," lanjutnya.

Kapolres menambahkan, khusus para Bhabinkamtibmas mereka diminta memantau dan mendata langsung kondisi warga terhadap banjir. Termasuk juga Bhabinkamtibmas di wilayah lain yang masuk rawan bencana alam.

"Bhabinkamtibmas ikut membantu warga mulai dari deteksi dini kerawanan bencana alam hingga evakuasi dan penanganan setelahnya," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan