Ratusan Jiwa Terdampak Banjir Bengawan Solo

user
Ary B Prass 20 November 2022, 14:27 WIB
untitled

KARANGANYAR - Sedikitnya ratusan jiwa warga Desa Ngringo dan Sroyo, Jaten mengungsi secara tersebar usai air Sungai Bengawan Solo meluap ke perkampungannya sejak Sabtu (19/11/2022). Mereka tinggal di 48 rumah rawan banjir. 
 
Warga yang terdampak luapan Bengawan Solo tersebut sebanyak 60 kepala keluarga (kk) atau 217 jiwa. Mereka tinggal di 48 rumah yang berada di bantaran sungai.
 
Sebagian warga yang terdampak tersebut mengungsi ke Masjid Al Faruq yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah mereka. 
 
Kepala Dusun Banaran, Guntoro melaporkan hingga Sabtu malam, ketinggian permukaan air Bengawan Solo sudah turun. Namun, sebagian warga masih tinggal di pengungsian untuk mengantisipasi meluapnya kembali Bengawan Solo.
 
“Air sudah turun. Kemarin sampai ketinggian 80 cm. Tapi sebagian warga masih tinggal di Masjid Al Faruq, terutama perempuan dan anak-anak serta lansia,” ujarnya.
 
Sementara itu, para pengungsi tersebut telah mendapatkan bantuan pangan/logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, dermawan, dan lainnya. Warga juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dari tim medis Puskesmas Jaten.
 
Sementara itu, Camat Jaten, Hari Purnomo mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Karanganyar, sukarelawan, jajaran Polsek dan Koramil untuk mengantisipasi adanya luapan susulan, serta penanganan warga yang mengungsi.
 
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, Polsek, Koramil, sukarelawan, puskesmas, pemerintah desa Jaten hingga Dusun Ngringo untuk mengantisipasi bencana ini,” ujarnya.
 
Pada Sabtu siang dan malam kemarin, puluhan rumah di RT 07/RW VI, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar terendam air luapan Bengawan Solo. Luapan tersebut disebabkan intensitas tinggi hujan di wilayah Soloraya pada Sabtu dini hari
 
Kepala Rt 07 Rw VI Ngringo Budi HS mengatakan banjir di perkampungannya bukan kali pertama. Bantaran Sungai Bengawan Solo itu selalu kebanjiran setiap kali tinggi mata air kritis. Ia meminta penerintah membangunkan parapet atau tanggul untuk mengantisipasi luapan masuk ke perkampungan. (Lim)
 

Kredit

Bagikan