Super Sibuk, 2023 Tahapan Beririsan Pemilu dan Pilkada

user
Tomi Sujatmiko 21 November 2022, 12:07 WIB
untitled

Krjogja.com - KLATEN - Panwascam perlu benar-benar fokus, karena di 2023 nanti akan melakukan tahapan yang beririsan antara Pemilu 2024 dan Pilkada. Tahapan beririsan ini menuntut waktu yang lebih banyak, sehingga Panwascam harus siap sejak dini.

Hal itu dikemukakan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klaten, Arif Fatkhurrohman di sela kegiatan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan tahapan Pemilu, di salah satu hotel Klaten, Minggu (20/11/2022).

Arif Fatkhurrohman mengemukakan, kegiatan fasilitasi diikuti para pengawas di tingkat kecamatan. Bertujuan untuk memberikan pembekalan, bimbingan teknis kepada para Panwascam. Anggota Panwascam yang telah dilantik tersebut, sebagian benar-benar baru dalam dunia kepengawasan Pemilu. Namun demikian, ada juga yang mantan anggota Panwas desa, mantan anggota PPK, dan anggota PPS. Terdapat 78 orang Panwascam di Kabupaten Klaten. Terdiri tiga orang di setiap kecamatan, yakni satu ketua dan dua orang anggota.


“Sekitar 30 persenya benar-benar baru. Selain pengalaman, kami juga menginginkan mereka memiliki latar belakang akademis yang mumpuni. Jadi nilai tertulisnya tinggi, ada juga yang nilai tertulisnya tidak begitu tinggi, tapi sudah berpengalaman dalam kepengawasan,” jelas Arif pula.


Setelah mengikuti kegiatan fasilitasi tersebut, Panwascam diharapkan memahami berbagai hal terkait regulasi, startegi pengawasan, pencegahan, cara berkomunikasi. Selain itu, Panwascam juga diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

Menurut Arif Fatkhurrohman, Bawaslu sudah empat kali mengundang Panwascam. Mereka perlu gerak cepat, agar saat masuk tahapan nanti sudah memiliki dasar pengetahuan dan ketrampilan sejak sekarang.

 Arif juga menegaskan, panwascam perlu benar-benar fokus, karena kemungkinan besar di 2023 nanti panwascam akan melakukan tahapan yang beririsan antara Pemilu 2024 dan Pilkada 2024. Sehubungan hal itu, Bawaslu sudah menjalin MoU dengan perguruan tinggi, sekolah dan elemen lainya, untuk meningkatkan pengawasan partisipatif. Mengingat tahapan yang beririsan tersebut, Bawaslu tidak mungkin bisa menjangkau semua yang harus diawasi, sehingga sangat butuh keterlibatan masyarakat.

 

Jalinan MoU bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat terutama generasi muda. “Mereka generasi yang masih segar dan idealis. Mereka ini kami harap menjadi pengawas partisipatif. Kami juga kerjasama dengan Kwarcab Pramuka Kabupaten Klaten. Pramuka memiliki loyalitas yang luar biasa. Kalau sudah masuk dalam sebuah pergerakan, mereka melakukan dengan sungguh-sungguh,” jelas Arif. (Sit)

Kredit

Bagikan