Guru Pelopor Moderasi Beragama Tangkal Intoleransi dan Radikalisme

user
Tomi Sujatmiko 24 November 2022, 07:14 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Daerah Istimewa Yogyakarta (FKPT DIY) terus melakukan upaya pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme melalui pendekatan lunak (soft approach).

Di samping ada upaya penindakan, pendekatan lunak diyakini pilihan paling tepat dalam pencegahan terorisme tanpa menimbulkan gejolak atau dendam di masyarakat. Salah satu pendekatan lunak itu adalah dengan melatih guru-guru melalui kegiatan training of trainer sebagai pelopor moderasi beragama di sekolah. Tak kurang 100 guru SMA se-DIY mengikuti kegiatan itu yang digelar di Aula Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Jalan MT Haryono Yogyakarta, Rabu (23/11/2022).

Dalam kegiatan training of trainer tersebut, para guru diberikan pembekalan mengenai perkembangan terorisme serta kebijakan pencegahannya berbasis agama dan kearifan lokal. Selain itu diberikan pembekalan pembuatan bahan ajar berupa video pendek sosiondrama moderasi beragama. Luaran dari kegiatan ini guru mampu membuat video pendek mengenai moderasi beragama untuk disampaikan kepada anak didiknya di sekolah.

Ketua FKPT DIY Drs Bambang Wisnu Handoyo menuturkan, guru memegang kendali sukses tidaknya pencegahan terorisme di sekolah yang mengancam generasi muda. Menurutnya cikal bakal terorisme adalah intoleransi, misalnya sikap tidak bisa menerima perbedaan, sikap tidak mau kalah dan sebagainya. Jika intoleransi ini dibiarkan akan meningkat menjadi paham ekstrimisme dan radikalisme ditandai adanya sikap memaksakan kehendak.

"Bibit-bibit intoleransi dan radikalisme sangat mudah dijumpai yang terkadang justru diciptakan oleh para elit di sebuah kelompok. Oleh karena itu, guru harus membentengi siswa-siswinya dengan membekali nilai-nilai moderasi beragama. Penyampaian materi melalui video pendek merupakan salah satu inovasi dalam upaya pencegahan intoleransi di bangku sekolah," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel (Czi) Rahmad Suhendro mengatakan, kegaitan training of trainer bagi guru merupakan upaya internalisasi nilai-nilai moderasi beragama untuk mencegah terorisme. BNPT mendorong guru semua jenjang untuk mengembangkan strategi pembelajaran (media video pendek) yang memasukkan nilai moderasi beragama, toleransi, saling menghormati, menghargai keberagaman.

"Video pendek sosiondrama moderasi beragama ini akan dilombakan secara nasional, kami berharap guru-guru peserta training of trainer ini berpartisipasi aktif dan menjadi peserta lomba," harapnya.(Dev)

Kredit

Bagikan