Kejari Limpahkan Berkas Kasus Korupsi BUMDes Berjo Ke Pengadilan Tipikor

user
Ivan Aditya 24 November 2022, 13:36 WIB
untitled

Krjogja.com - KARANGANYAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Proses selanjutnya persidangan kasus tersebut.

Dua tersangka masing-masing Kades Berjo Suyatno dan eks Direktur BUMDes Berjo, Eko Kamsono. Keduanya terlibat kasus korupsi dana BUMDes Rp1,16 miliar.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, M. Zuhri mengatakan persidangan tinggal menunggu jadwal dari Pengadilan Tipikor Semarang. Saat ini, berkas perkara dari penyidik sudah lengkap.

"Berkas kasus Berjo sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang belum lama ini. Sekarang tinggal menunggu saja jadwal sidangnya," kata dia ketika dijumpai wartawan di Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar pada Rabu (23/11/2022).

Dia mengatakan sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor Semarang. Terkait status dua tersangka, dia mengatakan secara otomatis telah menjadi tahanan Pengadilan Tipikor. Kedua tersangka masih ditahan di LP Klas I A Surakarta.

Kedepannya menunggu keputusan Pengadilan Tipikor apakah tetap akan dititipkan di Rutan Kelas 1A Solo atau di Semarang. Zuhri mengatakan ada enam Jaksa, termasuk Kasi Pidana Khusus (Pidsus) yang disiapkan untuk persidangan kasus dugaan korupsi BUMDes Berjo.

Ihwal tersangka lain atas kasus tersebut, dia mengatakan masih dalam pendalaman. Pihaknya juga menunggu fakta-fakta selama persidangan nanti dalam mengungkap tersangka lainnya.

Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Tubagus Gilang Hidayatullah mengatakan tim penyidik Kejaksaan telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi, termasuk ahli. Selain itu juga menyita barang bukti (BB) terkait kasus tersebut.

Kedua tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Kedua tersangka terjerat kasus korupsi dugaan pengelolaan dana BUMDes Berjo pada periode 2020 silam.

Kedua tersangka ini menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Mereka diduga melakukan markup anggaran sejumlah proyek pembangunan di kawasan wisata Telaga Madirda.

Proyek itu di antaranya pembangunan lahan parkir, kolam renang, dan flying fox. Mereka juga menggunakan dana pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk kepentingan pribadi pada periode 2020. (Lim)

Kredit

Bagikan