Koordinator GSM : Pendidikan Harus Berdampak Bahagia

user
Tomi Sujatmiko 24 November 2022, 23:57 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Proses pendidikan harus berdampak bahagia. Jangan sampai siswa merasa tidak nyaman di sekolah. Oleh sebab itu sebaiknya pendidik mengajak anak menjadi manusia yang tahu dirinya, dengan memperhatikan emosi dan bakat anak didik.

"Pendidikan jangan seragam tetapi memberi stimulus dengan memperhatikan minat dan bakat anak. Biarlah anak tumbuh sesuai bakatnya," kata Koordinator Nasional Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Lily Halim SPd di sela kegiatan Gelar Karya Siswa di SDN Klitren Yogyakarta, Kamis (24/11).

Lily Halim mengaku sedih ajaran Ki Hadjar Dewantara dipakai di Finlandia yang terkenal pendidikannya maju, tetapi di Indonesia sendiri malah tidak diperhatikan. Pendidikan di Tamansiswa itu memperhatikan minat dan bakat anak.

Lily menambahkan GSM adalah salah satu Program Organisasi Penggerak (POP) tingkat nasional yang terseleksi di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Di kementerian itu ada Sekolah Penggerak, Guru Penggerak dan Organisasi Penggerak. GSM merupakan salah satu organisasi penggerak.

Sementara Leader GSM Kota Yogyakarta Sarmidi SPd MSi menyebutkan di Kota Yogya awalnya ada 12 SD POP, kemudian berkembang menjadi 37 dan kini menjadi 89 SD. Adanya GSM mendorong SD di Kota Yogyakarta semua terakresitasi A dan tertinggi di Indonesia.

Sementara Kepala SDN Klitren Sri Wahyuni SPd menerangkan, seluruh siswa yang berjumlah 121 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 terlibat dalam gelar karya tersebut. Beberapa stand memamerkan beberapa karya siswa, sedang di panggung siswa menampilkan kemampuan berkesenian. (War)

Kredit

Bagikan