Ikan Predator Red Devil Crispy Jadi Kudapan Renyah, Harga Fantastis!

user
Danar W 25 November 2022, 08:10 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Ikan Red Devil yang populasinya terus bertambah di Waduk Sermo Kalurahan Hargowilis Kapanewon Kokap Kabupaten Kulonprogo, DIY merupakan predator bagi ikan-ikan kecil. Sebelumnya ikan yang dianggap hama itu tidak memiliki nilai jual maka dalam perjalanan waktu di tangan sejumlah warga Hargowilis justru menjadi kudapan khas bahkan bernilai ekonomi tinggi.

Salah satunya Kasin (55), warga Padukuhan Soka, Kalurahan Hargowilis. Berawal dari coba-coba menggoreng kemudian mengkonsumsinya dan ternyata enak lalu diolah menjadi crispy, sehingga laris manis di pasaran dan menjadi sumber utama pendapatan keluarga serta tetangganya.

"Ya sebelumnya memang tidak ada yang mau membeli dan mengolah ikan red devil dari Waduk Sermo. Tapi suatu ketika saya mencoba menggorengnya dan mencicipi. Karena sisa kemudian saya goreng lagi, ternyata rasanya semakin renyah. Saya olah jadi crispy dan jual kepada para wisatawan di Waduk Sermo, ternyata digemari dan laris," kata Kasin, salah satu pemilik usaha pengolahan ikan Red Devil kepada wartawan saat bersama Diskominfo Kulonprogo berkunjung, Rabu (23/11/2022).

Kasin mulai menekuni usahanya sejak 2006 silam. Dalam perkembangannya home industry-nya mendapat perhatian Pemkab Kulonprogo dan mendapat bimbingan langsung Kementerian Perikanan. Kasin juga mengembangkan usahanya mengolah ikan teri dipadu kentang dan ikan lele jadi abon.

"Olahan utama tetap ikan red devil, rata-rata sehari bisa mengolah 80 kg ikan red devil mentah," ujarnya menambahkan pandemi Covid-19 permintaan pasar turun drastis, tapi saat ini mulai pulih.

Dalam menekuni usaha tersebut Kasin dibantu istrinya, Suwartinah dan beberapa pegawai. "Ikan red devil kami olah menjadi keripik crispy dan ikan ini memang predator. Sehingga wajar kalau mau dibasmi karena menyerang benih ikan nila di Waduk Sermo," ungkap Suwartinah menambahkan populasi ikan red devil saat ini justru semakin banyak.

Untuk memenuhi kebutuhan produk red devil crispy, pengelola usaha tersebut bisa mencari sendiri atau membeli dari pengepul dengan harga hanya Rp 6.000 perkg. Tapi setelah diolah harganya cukup fantastis mencapai Rp 70 ribu perkg.
Kepala Diskominfo, Agung Kurniawan membantu mempromosikan red devil crispy dengan mendatangkan media dan konten kreator.

"Pengolahan ikan red devil crispy jadi produk UMKM unik dan khas dari Kokap. Sangat spesifik berbasis lokal, hebatnya lagi ikan predator bisa diolah dan jadi peluang usaha yang sangat menjanjikan," terangnya. (Asrul Sani)

Kredit

Bagikan