Ketemu di B20, Siap-Siap Kopi Menoreh Bakal 'Terbang' ke Luar Negeri

user
Tomi Sujatmiko 24 November 2022, 20:23 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Kopi merupakan salah atu tanaman komoditas andalan Indonesia. Terlebih saat ini penikmatnya semakin bertambah sehingga membuat Tapp Indonesia berkeinginan 'memasarkan' kopi melalui marketplace yang sedang dirintis.

Aksi korporasi ini terjalin saat Tapp Indonesia menjadi delegasi pertemuan B20 guna mensosialisasikan Presidensi G20 beberapa waktu lalu sebagai bentuk dukungan atas pemberdayaan UMKM Indonesia pada resilient global supply chain demi mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Kami ingin mempercepat transformasi digital di Indonesia karena memiliki banyak potensial. Misalnya di bidang kesehatan, pendidikan dan tentu saja UMKM yang masih membutuhkan sentuhan digitalisasi. Melalui Skyjade Capital dan Tapp Indonesia kami terus mengembangkan teknologi itu," kata CEO Tapp Indonesia Jason Wang disela bincang dengan media yang dihadiri juga oleh George Iwan Marantika sebagai President Indonesia Australia Business Council (IABC), Kamis (24/11) di Hotel Marriot Yogyakarta.

Jason menilai semua potensi itu belum digarap secara maksimal sehingga dengan teknologi yang dimiliki akan menghubungkan pembeli maupun penjual agar produk Indonesia bisa mengglobal dan dikenal lebih luas. Salah satunya adalah kopi arabika khas jateng-diy. Kopi yang tumbuh subur di lereng kaki Gunung Menoreh ini memiliki citra rasa khas dan bakal disukai oleh orang di seluruh dunia.

"Saya pecinta kopi dan baru kali ini menikmatinya. Rasanya luar biasa dan seketika niat untuk memasarkan kopi itu agar bisa dinikmati oleh China, Australia dan negara lainnya. Sebenarnya, niat awalnya cuma sederhana, " ungkap Jason Wang didampingi Marketing Tapp Indonesia Indra Ardian.

Apalagi, kata Jason Wong, pertumbuhan marketplace, media sosial sangat besar. Dia juga melihat masyarakat Indonesia terbiasa berjualan atau berdagang online.

"Awalnya yang terfikir adalah menyiapkan mesin pengolah kopi agar kualitas terjaga, ke depannya ingin memperkenalkan kopi menoreh ini ke luar negeri. Termasuk gula aren yang diproduksi petani setempat. Saya akhirnya mengajak teman lain (Felix Yang) untuk menyiapkan mesin dan semua itu didapatkan dari pertemuan B20 ini," ungkapnya.

Jason Wang yang selama ini menetap di Melbourne bersyukur Pemkab Purworejo menyambut baik rencana ini dengan mengumpulkan para (kelompok) petani sehingga membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk agrikultur lainnya seperti durian, sayuran atau produk peternakan.

"Saya juga mencoba ayam lokal indonesia (kampung). Rasanya juga sangat lezat. Saya membayangkan suatu saat ayam ini juga bisa dinikmati oleh penduduk di negara lain akan meningkatkan kesejahteraan para petani atau peternak lokal. Upaya itu bisa terwujud dengan penggunaan teknologi dan kami optimistis bisa mewujudkannya," imbuhnya

Jason Wang menmbahkan Tapp sebagai aplikasi yang mendukung perkembangan bisnis para pemilik usaha mikro di Indonesia juga menyampaikan bahwa dengan kerjasama ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing masuk rantai pasokan global.

Selain itu, kerjasama ini juga dapat menyumbang dampak langsung percepatan pemulihan ekonomi UMKM Indonesia pasca pandemi. 

HALAMAN

Kredit

Bagikan