Nelayan Cilacap Butuh Mesin Tempel Handal

user
Ivan Aditya 25 November 2022, 22:50 WIB
untitled

Krjogja.com - CILACAP – Keberadaan mesin kapal atau perahu (Outboards) yang handal merupakan kebutuhan mutlak nelayan Cilacap yang harus segera dipenuhi. Karena hal tersebut akan menentukan nasib nelayan ketika berada di tengah laut.

"Pilihannya kan pulang dengan membawa hasil atau pulang tinggal nama," ujar Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Parjo Hadi Pranoto, Jumat (25/11/2022).

Menurutnya, jika mesin perahu atau kapal mati mendadak di tengah laut, maka perahu maupun kapal itu akan kehilangan kendali dan selanjutnya terombang ambing gelombang. "Ya kalau pas mesin mati mendadak posisinya tidak jauh dari perahu atau kapal nelayan lain, maka akan mendapatkan pertolongan. Sebaliknya jika tidak ada pertolongan maka perahu atau kapal nelayan itu bisa menepi ke daratan atau justru sebaliknya terbawa ke tengah laut,"lanjutnya.

Jika menepi ke daratan maka bisa saja perahu atau kapal nelayan itu mengalami naas akan terbalik atau ngeprak karena gelombang di tepi daratan lebih tinggi. Dijelaskan, dari sebanyak 17 ribu nelayan Cilacap, diketahui enam puluh persennya masih menggunakan mesin tempel.

Artinya nelayan Cilacap itu lebih banyak beroperasi di perairan pantai dengan perahu jenis jukung. Selebihnya menggunakan mesin duduk jenis kapal Comreng dan kapal long line untuk menangkap ikan tuna. "Agar perahunya handal, biasanya nelayan menggunakan mesin tempel dengan kekuatan 15 PK," katanya.

Sebenarnya nelayan Cilacap ada pula yang menggunakan mesin gantar, namun demikian mesin gantara lebih banyak digunakan nelayan di Kawasan Segara Anakan atau perairan tenang. "Mesin tempel itu lebih mudah membenahi baling-baling jika terjadi mesin mati mendadak, sebaliknya mesin gantar untuk membenahinya nelayan terpaksa menyebur kelaut, karena posisi baling-balingnya jauh di belakang perahu," tambahnya. (Otu)

Nelayan Cilacap memanfaatkan servis gratis yang digelar KBA Cilacap. (Foto : R Maksum Noor)

Kredit

Bagikan