PKGM FK-KMK UGM Adakan Demo Masak Pemanfaatan Pangan Lokal Cegah Malnutrisi

user
Ivan Aditya 26 November 2022, 15:13 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (PKGM FK-KMK UGM) mengadakan kegiatan demo masak makanan lokal untuk cegah malnutrisi di Kantor Kalurahan Sitimulyo Piyungan Bantul, Sabtu (26/11/2022). Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian ‘Program Mandala : Membawa Kembali Gizi ke Dalam Piring dengan Makanan Lokal Untuk Mencegah Malnutrisi’ yang diselenggarakan melalui skema Kedaireka Patriot Pangan Program Matching Fund Ristekdikti 2022.

PKGM FKKMK UGM Bersama Unriyo bekerjasama melaksanakan kegiatan demo masak dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Salah satu tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan gambaran kepada masyarakat terkait cara pengolahan pangan lokal yang bervariasi serta memberdayakan keluarga, khususnya ibu, sebagai ujung tombak pencegahan dan penurunan stunting melalui upaya peningkatan konsumsi beragam pangan lokal.

Pelatihan ini diawali dengan pemaparan materi terkait pengantar pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dan pemanfaatan pangan lokal dalam pencegahan dan penurunan stunting yang disampaikan Dosen FKKMK UGM, Aviria Ermamilia, S.Gz, M.Gizi, RD. Ia menjelaskan mengenai prinsip PMBA dimulai dari inisiasi menyusui dini (IMD) hingga pemberian MPASI yang tepat sesuai usia anak.

“MPASI harus tepat waktu dalam pemberiannya, jumlahnya harus cukup dan cara pemberiannya harus betul. Itu yang membuat anak-anak tercukupi gizinya sehingga stunting dapat dicegah,” kata Aviria Ermamilia disela kegiatan.

Menurutnya MPASI yang lengkap yakni makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur dan buah. Komposisi ini sebenarnya hampir sama dengan 4 sehat 5 sempurna, hanya saja namun susu sudah merupakan bagian dari protein hewani.

Dari komposisi tersebut menurut Aviria Ermamilia di tengah masyarakat yang masih kurang yakni protein. Kebanyakan para ibu melupakan makanan dengan kandungan protein dan malah memperbanyak unsur karbohidrat, sayur maupun buah.

“Yang jelas kurang dan mempengaruhi pertumbuhan adalah protein, terutama protein hewani. Padahal protein sangat penting bagi pertumbuhan dan menjauhkan anak dari stunting. Jadi yang kita butuhkan dalam MPASI adalah keberagaman,” imbuhnya.

Makanan dengan kadar protein tinggi sebenarnya telah ada di sekitar kita dan tak perlu biaya belanja yang mahal. Ada ikan nila, lele, gurameh dan telur dimana memiliki kandungan protein hewani yang sangat tinggi.

Dosen Prodi Gizi Program Sarjana Fikes UNRIYO, DR Delima Citra Dewi Gunawan, S.Gz., MKM., RD menambahkan stunting saat ini menjadi perhatian publik kesehatan tanah air karena angkanya yang cukup tinggi. Tahun 2024 pemerintah telah mencanangkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen.

“Jadi program ini bertujuan untuk menanggulangi stunting. Program ini ingin berusahan untuk melakukan penanggulangan stunting dengan cara defersifikasi pangan lokal yang ada disekitar kita,” jelasnya.
.
Demo masak pemanfaatan bahan pangan lokal dilakukan oleh Chef Hermawan dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA. Chef Hermawan mendemonstrasikan pengolahan bahan pangan lokal untuk pembuatan menu MPASI.

Menu MPASI yang dimasak antara lain onigiri sayuran dan ikan, nugget sayuran dan ikan, serta egg roll pisang. Peserta berperan aktif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi makan bergizi sekmbang dan bervariasi. (*)

Kredit

Bagikan