Perumahan Eksklusif Marak Berdiri di Sragen

user
Tomi Sujatmiko 27 November 2022, 10:06 WIB
untitled

Krjogja.com - SRAGEN - Seiring perkembangan jaman, di Kabupaten Sragen makin marak berdiri hunian baru berupa perumahan. Bahkan perumahan eksklusif berbentuk cluster makin banyak didapati di wilayah Kecamatan Karangmalang dan Sragen kota.

Padahal Sragen selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional sebagai penghasil beras andalan di Jawa Tengah. Lantas, maraknya berdiri perumahan ini apakah akan mengganggu stabilitas pasokan pangan untuk nasional?

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Sragen memiliki Peraturan Daerah (Perta) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai pedoman untuk melindungi lahan hijau. Sehingga dipastikan lahan pertanian tidak akan terganggu dengan maraknya berdiri hunian baru.

Menurut Yuni, pihaknya selalu melakukan update terkait perkembangan lahan pertanian. Jika ada lahan pertanian yang hilang, maka akan diganti secepatnya di lahan baru. "Seperti beberapa waktu lalu lahan pertanian kita terkena jalan tol, maka kita buka lahan pertanian pengganti. Hal ini agar predikat lumbung pangan nasional untuk Sragen tetap terjaga. Begitu juga dengan lahan pemukiman, dipastikan tidak akan melanggar Perda berdiri di lahan hijau," tandasnya.

Salah satu perumahan eksklusif yang berdiri di Sragen adalah perumahan Omahe DW Asri yang berlokasi di Dukuh Tegalrejo, Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Perumahan ekslusif ini menawarkan beragam keistimewaan untuk pasangan muda yang baru menikah.

Direktur I PT Hamparan Rejeki Barokah selaku pengembang perumahan Omahe DW Asri, Ardiansyah mengatakan, sebelum membangun hunian eklusif kluster ini, pihaknya sudah memastikan bahwa segala perizinan sudah clear dan tidak ada yang dilanggar. "Kami sengaja membuat perumahan dengan sasaran market, keluarga baru yang akan memiliki rumah pertama. Tentunya dengan keunggulan kualitas banguunan yang berdeda dari perumahan lain," ujarnya.

Menurut Ardiansyah, dalam mengenalkan komplek eksklusif ini, pihak pengembang rutin menggelar berbagai kegiatan seperti senam aerobik bersama masyarakat seta funbike. "Kami ingin mengajak berbagai komunitas yang ada di Sragen untuk bekerjasama melalui berbagai kegiatan sehingga perumahan ini bisa lebih menyatu dengan masyarakat," tambahnya.

Direktur II Tri Hendra Riyanto menambahkan, total ada 90 unit rumah yang tersedia di perumahan ini. Perumahan ini baru selesai dibangun dengan menawarkan konsep hunian baru yang modern minimalis namun berkelas. "Kami pastikan segala perizinan termasuk peraturan terkait tata ruang dan sebagainya sudah clear semua sehingga tidak mengganggu lahan hijau," tandasnya. (Sam)

Kredit

Bagikan