Cegah Kejahatan Jalanan, Wilayah Hukum Polsek Wates dan Nanggulan Zona Merah

user
Danar W 28 November 2022, 01:26 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Personel Polres Kulonprogo bersama petugas Satpol PP, Satlinmas dan Jaga Warga meningkatkan upaya pencegahan tindakan kejahatan jalanan. Menurut Kapolres setempat AKBP Muharomah Fajarini SH SIK penanganan kejahatan jalanan lebih efektif mengedepankan prepentif dibanding tindakan represif atau memberantas.

"Kita semua berupaya melakukan pencegahan kejahatan jalanan dan hasil evaluasi maka untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pencegahan kejahatan jalanan, kegiatannya mengedepankan upaya prepentif dengan melakukan patroli gabungan Polres Kulonprogo bersama Satpol PP, Satlinmas dan Jaga Warga," kata Kapolres AKBP Muharomah Fajarini usai memimpin Apel Gabungan Polres Kulonprogo, Satpol PP, Satlinmas dan Jaga Warga di halaman Mapolsek Wates, Minggu (27/11/2022).

Usai apel, Kapolres AKBP Muharomah Fajarini menyerahkan bantuan lampu tongkat lalu lintas kepada petugas pos kamling di Kalurahan Triharjo dan tikar di Kalurahan Wates.

Hasil analisa dan evaluasi Gangguan Kamtibmas selama 2020 - 2022 pihaknya mengkelompokkan menjadi dua zona wilayah rawan tindak kejahatan jalanan. Zona satu di wilayah hukum Polsek Wates dan zona dua wilayah Polsek Nanggulan.

"Zona satu meliputi empat wilayah kalurahan, Bendungan, Giripeni, Wates dan Triharjo. Sedangkan zona dua (Nanggulan) di Kalurahan Jatisarono," ungkapnya didampingi Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu Dwi Wijayanto.

Kendati pihaknya telah menetapkan dua zona yang tingkat kejahatan jalanan cukup menonjol sehingga mengoptimalkan penanganannya tapi untuk meningkatkan upaya prepentif maka jajaran Polres Kulonprogo tetap melakukan langkah yang sama di sepuluh wilayah polsek atau kapanewon lainnya.

AKBP Muharomah Fajarini mengungkapkan, dirinya memimpin langsung apel patroli gabungan di Mapolsek Wates, karena di wilayah hukum polsek tersebut cukup banyak titik berpotensi tindak kejahatan jalanan. "Jadi patroli gabungan sebagai upaya meningkatkan sinergitas dalam pencegahan tindak kejahatan jalanan. Insya Allah dengan ihtiar kami dan dukungan 'stakeholder' terkait serta masyarakat akan lebih efektif menekan angka kejahatan jalanan di Kulonprogo," ujarnya.

Dibandingn wilayah hukum polres lain dan dari sisi angka kasus, tingkat kejahatan jalanan di Kulonprogo diklaim paling rendah, karena kebanyakan pelaku sebatas membawa sajam. Memang di antaranya sudah melakukan penganiayaan tapi TKP-nya kebetulan di wilayah hukum Polsek Nanggulan. "Rentetan kejadiannya berawal kejar-kejaran dari luar wilayah hingga sampai pembacokan di Jatisarono, Nangulan," ungkapnya menambahkan kejahatan jalanan meliputi penganiayaan, pembunuhan, pengeroyokan dan membawa sajam. (Rul)

Kredit

Bagikan