Penurunan Angka Stunting Butuh Komitmen Bersama

user
Danar W 28 November 2022, 07:10 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - ‎Stunting sampai saat ini masih menjadi persoalan serius disejumlah daerah di Indonesia. Tidak mengherankan jika sejumlah upaya terus dilakukan oleh daerah termasuk Pemda DIY dan Kabupaten Jombang untuk menurunkan angka stunting di daerahnya.

Karena‎ penanganan stunting menjadi prioritas penting pemerintah yang telah diatur melalui Peraturan Presiden No. 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Namun, dalam upaya mengatasi masalah stunting bukan hanya tugas pemerintah, sebaliknya kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting nasional.

"Dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang, kami mencoba memfasilitasi dengan memberikan berbagai bantuan dan pendampingan. Tidak hanya itu semua desa diwajibkan melaksanakan kegiatan Taman Pemulihan Gizi‎ (TPG) terutama desa dengan angka stunting diatas 5 persen. Tentunya semua itu akan bisa dilaksanakan dengan baik jika sinergitas dan kolaborasi dari semua pihak," kata ‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho, MPMM dalam acara pemaparan dan konsolidasi dengan dinas terkait‎ Komitmen Bersama Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Hotel 101 Yogyakarta, Sabtu (26/11/2022).

Selain Kepala BAPPEDA Kabupaten Jombang Danang Praptoko, MT kegiatan itu juga dihadiri oleh ‎Ketua Peneliti dari UGM Dr Toto Sudargo, SKM, MKes.

‎Perlu diketahui bersama tim Gadjah Mada Eliminasi Masalah Anak Stunting (GAMA Emas) bersama Pemkab Jombang berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu ‎Kepala BAPPEDA Kabupaten Jombang Danang Praptoko mengatakan, penurunan stunting menjadi prioritas dan fokus perhatian di Jombang. Hal itu dikarenakan angka stunting di daerah itu masih cukup tinggi yaitu di atas 7.000 penderita stunting.

Angka stunting yang masih tinggi tersebut diharapkan bisa ditanggani secara tuntas pada tahun 2026 mendatang. Tentunya untuk mengatasi persoalan itu, selain dukungan dari masyarakat dan semua OPD terkait, keberadaan tim dari UGM juga memiliki peran sangat penting. Mengingat persoalan stunting cukup kompleks.

"Sebagai upaya untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting peran serta tim dari UGM sangat kami butuhkan. Dengan begitu harapan untuk bisa menyelesaikan persoalan stunting secara tuntas pada 2026 mendatang bisa diwujudkan," ungkapnya.

‎Sedangkan Ketua Peneliti dari UGM Dr Toto Sudargo, SKM, MKes menambahkan, penanganan stunting di Indonesia memerlukan koordinasi dan keterlibatan antar lima elemen yang disebut pentahelix. Kelima elemen itu pemerintah pusat dan daerah, akademisi atau perguruan tinggi, sektor swasta, masyarakat atau kelompok komunitas, serta media. ‎

"Stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang menghalangi potensi optimal anak-anak sebagai penerus. Untuk itu upaya penurunan stunting harus menjadi tanggungjawab semua pihak. Karena dengan adanya sinergitas dari semua pihak penanganan stunting diharapkan bisa dilakukan secara cepat," tambahnya. (Ria)

Kredit

Bagikan