Mengubah Barang Bekas Menjadi Alat Musik

user
Ivan Aditya 28 November 2022, 16:12 WIB
untitled

Krjogja.com - SOLO - Botol, kaleng, tong sampah, ember cat dan lainnya, menjadi barang yang tidak berguna dan sering dirongsok. Tapi oleh ibu ibu alumni SD Putri Santa Maria Solo (1973 dan 1974) barang bekas itu dikumpulkan dan dikemas menjadi alat musik Rangkas yang mampu menghibur masyarakat.

Suara dari barang bekas itu bila dipukul secara padu menjadi musik pengiring yang enak dan energik. Apa yang dilakukan R Ninik SM dan kawan-kawan sudah terbukti. "Selain bisa mengisi kegiatan para lansia, bermusik Rangkas sangat bisa menghibur masyarakat," kata Ninik, pelatih Rangk’ers Putri Maria, Senin (28/11/2022).

Kelompok musik dari barang limbah itu secara resmi dilaunching, Sabtu lalu. Diantara 17 anggota Rangk’ers Putri Maria, Senin siang, berkumpul di Resto Pavillion Iboe, jalan Bhayangkara18. Mereka dengan semangat menunjukan permainan bermusik dengan barang bekas.

R Ninik SM (71) sebagai pelarih adalah guru, sementara yang bermain murid muridnya. "Kami ingin turut berkarya di bidang musik yang berbasis limbah. Ketika kami menginjak usia lansia, kami tetap melatih ketrampilan dengan bermusik. Menyeimbangkan nada pikiran, ketukan dan gerakan yang kompak," jelasnya.

Semua mengaku ternyata apa yang dilakukan dalam berusik Rangkas menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi lansia, selain tetap melatih ketrampilan juga membina kekompakan, keguyuban dan silaturahmi.

Ketika Rangk’ers tampil di kawasan Car Free Day (CFD) Solo mampu menarik perhatian. Respon masyarakat itu pun semakin mendorong semangat untuk berlatih. (Qom)

Kredit

Bagikan