SD Sukorame Dikosongkan, Waspadai Ancaman Bencana Longsor

user
Danar W 28 November 2022, 20:43 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Pemerintah Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul terus mengintensifkan pemantauan di lapangan agar dampak potensi bencana longsor bisa diminimalisir. Selain mengoptimalkan peran dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di semua Kalurahan. Masyarakat juga diminta berperan aktif serta meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi bencana alam yang ada.

"Koordinasi terus kami lakukan, baik dengan FPRB disemua kalurahan serta instansi terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum Bantul hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, " ujar Penewu Dlingo, Agus Jaka Sunarya SE MM, Senin (28/11/2022).

Dijelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan kondisi SD N 1 Sukorame Kalurahan Mangunan Dlingo Bantul. Inspeksi mendadak tersebut dilakukan bersama BPBD, Dinas PU Kabupaten Bantul serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, FPRB serta kapanewon. "Setelah dilakukan pengecekan bersama, agar dua ruang di SD N 1 Sukorame Mangunan Bantul dikosongkan," ujar Jaka.

Kebijakan tersebut artinya dua ruang SD tersebut memang tidak memadai lagi untuk dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Agus Jaka Sunarya mengungkapkan bila potensi longsor di Dlingo tersebar di semua Kalurahan meliputi Mangunan, Terong Muntuk, Dlingo, Jatimulyo serta Temuwuh. "Hampir semua Kalurahan di Dlingo tersebut punya wilayah yang berpotensi terjadi longsor meskipun lokasinya tersebar dibeberapa dusun," ujarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Agus Yuli ST mengungkapkan, jika panjang talud yang berpotensi longsor empat meter dengan tinggi tiga meter. Kondisi tersebut mengancam bangunan kamar mandi serta satu ruang kelas sekolah tersebut. (Roy)

Kredit

Bagikan