Slash Foot Wear Sukses Kosongkan Toko

user
Ivan Aditya 28 November 2022, 17:25 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Sepatu mahal kini bukan impian, setelah Slash Foot Wear yang berada di bilangan Kotagede Yogyakarta mengosongkan tokonya. Ribuan sepatu dijual dengan harga super murah dari harga Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu saja. Dengan mengusung tagline 'Semua Berhak Sepatunan' (SBS), gerai satu ini ingin mengajak masyarakat untuk dapat merasakan sensasi mengenakan sepatu kelas mahal dengan harga murah.

Cuci gudang ala Slash Foot Wear ini digagas oleh sang owner yakni Aditya Putra dan Tri Sukmawan. Selama dua hari sejak Minggu (27/11/2022) hingga Senin (28/11/2022) toko ini menjual seluruh produknya dengan harga sangat bersahabat di kantong.

"Kami memberi kesempatan masyarakat untuk dapat memakai sepatu bagus namun murah. Seperti tema yang diusung, kami mengajak masyarakat untuk memakai sepatu," kata Aditya Putra.

Aditya Putra mengungkapkan, apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari promosi penjualan. Terlebih lagi hingga akhir tahun ini stok di toko masih melimpah sehingga memang harus dipasarkan dengan cara yang cepat.

Cuci gudang seperti ini memang baru pertama mereka gelar dan ternyata respon dari masyarakat terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa cukup tinggi. Selama dua hari, kurang lebih 1.000 pasang sepatu baru dari berbagai merk ludes terjual.

"Sebenarnya untuk setiap akhir tahun 'opname stok' sampai tahun baru. Jadi tahun 2023 sudah ada stok baru, sehingga stok sebelumnya memang harus dihabiskan," jelasnya.

Momentum ini dimanfaatkan Aditya Putra dan Tri Sukmawan untuk menyenang-nyenangkan pembeli. Dari harga normal Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu, pada kesempatan ini sepatu dibandorol dengan harga tertinggi hanya Rp 200 ribu saja.

 "Kami membagi produk dalam empat kelompok harga yakni Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 150 ribu dan Rp 200 ribu. Dari ribuan sepatu tersebut seluruhnya terjual dan tanpa tersisa. Sepatu dibawah Rp 100 ribu jadi rebutan," ungkap Aditya Putra.

Dari dua hari menggelar cuci gudang, kedua pemuda ini mampu meraup omzet hingga sekitar Rp 75 juta. Sepatu jenis casual dan running menjadi produk yang banyak diburu pembeli, disamping model skate maupun sneaker.

 Tri Sukmawan mengungkapkan Slash Foot Wear telah mereka rintis sejak 2013 silam. Bermula dari membeli sepatu untuk koleksi pribadi, kemudian berkembang hingga menjadi tiga toko yang tersebar di berapa lokasi kota ini.

"Pada waktu itu sepatu baru ngetrend dan kebiasaan bersepatu sangat tinggi. Awalnya untuk koleksi saja, ada teman yang suka lalu ditawar, kemudian kami jual," katanya.

Setahun kemudian dua sahabat ini memberanikan diri membuka toko sepatu. Jalan empat tahun usaha mereka sempat melejit pada tahun 2018 hingga akhirnya pandemi Covid-19 menerpa yang membuat bisnis ini sempat tiarap dan memaksa dua cabang yang berada di Sedayu Bantul dan Jetis Yogyakarta harus ditutup.

"Tahun ini seiring mulai melandainya kasus Covid-19, mulai naik lagi penjualan. Sepatu merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari penampilan, jadi semua orang pasti memerlukan sepatu," ungkap Tri Sukmawan.

Aditya Putra dan Tri Sukmawan terus melebarkan sayap dengan membuka lagi satu toko yang menjual khusus sepatu second di kawasan Banguntapan Bantul. Dengan mendatangkan sepatu-sepatu second bermerk kiriman dari Thailand, ternyata produk ini juga langsung dapat diterima pasar.

Dari usaha yang digeluti, kini keduanya telah mampu mempekerjakan sembilan karyawan. Omzet yang diperoleh cukup fantastis yakni tak kurang dari Rp 160 juta perbulan.

"Bisnis sepatu memang sangat cerah menjanjikan, apalagi jika kami amati ada siklus dimana pembelian akan tinggi yakni saat momentum tahun baru, lebaran dan kenaikan kelas. Namun yang utamanya kami ingin mengajak masyarakat untuk dapat memakai sepatu mahal dengan harga murah," pungkasnya. (*)

Kredit

Bagikan