Dosen UNY Hibahkan Alat Pelurus Kayu untuk UKM Bantul

user
Tomi Sujatmiko 29 November 2022, 15:05 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul merupakan area perbukitan dengan tanah subur yang ditumbuhi berbagai macam pohon berjenis iklim tropis. Banyak penduduk di wilayah Dlingo yang bermata pencaharian sebagai petani dan perajin mebel berbahan dasar kayu. Tidak kurang dari 9 UKM di daerah Jatimulyo, Dlingo, Bantul menekuni bidang mebel serta produk kusen-daun pintu/jendela.

Pasca pandemi melanda, daya beli masyarakat untuk produk mebel turun drastis, ditambah sulitnya mendapatkan bahan baku yang berkualitas dalam produksi, sehingga tidak banyak perajin yang masih bertahan saat ini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah lamanya proses mendapatkan bahan dasar kayu dan papan yang siap produksi, yakni kandungan kadar air yang rendah dan permukaan kayu dan papan lurus-tegak. Berawal dari permasalahan tersebut, Tim UNY yang diprakarsai Lilik Hariyanto beserta Galeh NIPP, Nur Hidayat, dan Dian Eksana melakukan survei permasalahan di Putra Jati Mebel dan sekitarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, tidak kurang 7 hari persiapan yang harus dilakukan oleh perajin guna mendapatkan bahan dasar balok dan papan kayu yang lurus dan tegak. Tidak hanya itu, terkadang kandungan kadar air dari bahan balok dan papan kayu juga masih relatif tinggi, sehingga produk mebel yang dihasilkan kurang awet dan produksi pengrajin menjadi menurun.

Lilik H dkk. berbekal kelengkapan Laboratorium dan Bengkel di Fakultas Teknik UNY melakukan pengamatan, pengembangan produksi, serta uji coba untuk desain alat pelurus kayu. Alat ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya dimensi yang cukup besar kurang lebih 5m3, berbahan dasar limbah gergaji/serbuk kayu, serta dilengkapi alat ukur kadar air, sehingga user dapat melakukan setting berapa persen kandungan kadar air yang dikehendaki.

Baca Juga :

Tim Dosen UNY-Kemendikbudristek Dampingi Pembuat Soun di Klaten

Alat ini merupakan hasil pengembangan produk dari Tim Pengabdi UNY yang sepenuhnya didesain bersama dengan mitra (UKM), sehingga terdapat rasa memiliki atas alat tersebut. “Setelah melakukan uji coba alat, harapannya tidak hanya digunakan oleh mitra UKM yang menjadi observer awal, tetapi dapat digunakan melalui Koperasi yang ada, sehingga semua anggota Koperasi yang terdiri atas beberapa UKM dapat menggunakannya secara bergantian, ujar Lilik H.

Selain itu, mitra (UKM) juga berharap, kegiatan Tim Pengabdi dari UNY ini dapat rutin setiap tahun membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi oleh Masyarakat, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian di sektor industri kecil-menengah. (Fie)

Kredit

Bagikan