Kunjungi Kulonprogo, Komisi X DPR RI Pantau Wisata Penyangga DSP Borobudur

user
Ary B Prass 29 November 2022, 22:37 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Kunjungan kerja anggota Komisi X DPR RI yang fokus pada bidang pariwisata di Kulonprogo dinilai sangat tepat. Lantaran kepariwisataan merupakan icon dan pionir perekonomian kabupaten ini.

“Pemkab Kulonprogo memiliki visi pariwisata kolaboratif dan berbasis budaya berkelanjutan. Dengan karakter geografis yang beranekaragam, Kulonprogo memiliki wisata alam, religi hingga wisata minat khusus. Berbagai wisata di daerah kami menjadi icon wisata favorit di antaranya Waduk Sermo, Pule Payung dan Kali Biru,” kata Sekda Kulonprogo, Triyono saat menerima rombongan Komisi X DPR RI di Ruang Sermo kompleks pemkab setempat.

Ada dua isu strategis pariwisata Kulonprogo menjadi kekuatan kabupaten ini. Yakni KSPN Borobudur yang jadi Destinasi Super Prioritas (DSP) dan keberadaan Yogyakarta International Airport sebagai penganti bandara Adisutjipto.

“Dalam mendukung DSP Borobudur, kami punya program bedah Menoreh yang akan mempercepat akses dari YIA ke Borobudur. Dengan program tersebut diharapkan membuka akses perbukitan Menoreh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Kulonprogo," tuturnya.

Anggota Komisi X DPR RI Moh Haerul Amri yang datang bersama Puti Guntur Sukarno, Mujib Rohmat, Bisri Romly dan Bramantyo Suwondo serta staff Biro Komunikasi Kemenparekraf menjelaskan, kunker menjalankan fungsi pengawasan bidang pariwisata dan memantau perkembangan terkini Kabupaten Kulonprogo sebagai kawasan penyangga DSP Borobudur serta untuk mendapatkan fakta dan data mengenai perkembangan wisata Kulonprogo.

Komisi X DPR RI telah membentuk panitia kerja (panja) pemulihan pariwisata yang menghasilkan rekomendasi antara lain mendorong pelaku pariwisata aktif memberikan masukan pada pemerintah dalam hal pengembangan dan pemulihan pariwisata serta turut mensosialisasikan protokol kesehatan sesuai kondisi terkini.

Sementara Puti Guntur Sukarno mengatakan, pariwisata tidak bisa hanya ditangani Komisi X dan Kementerian terkait tapi harus lintas sektoral. Karena permasalahan pariwisata di Kulonprogo adalah insfrastuktur.

“Banyak sekali destinasi wisata yang menjadi penyangga kemudian menopang DSP Borobudur, Kulonprogo memiliki potensi pariwisata yang luar biasa tapi insfrastukturnya perlu kita perhatikan bersama," jelasnya.

Pihaknya menilai infrastruktur penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Puti melihat menjadi lintas sektoral, tidak hanya di Kemenparekraf juga Kemenhub dan Kementerian PU.

“Kami menampung aspirasi yang disampaikan, terutama mengenai dorongan untuk membangun insfrastuktur. Nanti pimpinan Komisi X bisa menyampaikan hal tersebut pada lintas Komisi dan mitra kerja terkait,” tegasnya. (Rul)

Kredit

Bagikan