Dampak Kenaikan BBM, Awak Angkutan Digelontor Bansos

user
Tomi Sujatmiko 01 Desember 2022, 10:05 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo serahkan bantuan sosial bagi juru parkir, pengemudi bendi, pengemudi becak dan pengemudi ojek online serta subsidi sektor transportasi angkutan umum. Kegiatan dipimpin Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Auditorium Utama Lantai 10 Gedung Menara Wijaya Pemkab Sukoharjo, Rabu (30/11).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu masalah terbesar yang muncul dari dinaikkannya harga BBM adalah kekhawatiran akan terjadinya inflasi dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik. Sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang terdampak kenaikan harga BBM tersebut.

Kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga BBM ini, merupakan langkah yang tepat. Pemerintah pusat telah menghitung dengan cermat dan dengan banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan tersebut. Salah satunya adalah pemikiran kebijakan subsidi BBM yang tepat sasaran untuk rakyat kecil menengah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor: 134/PMK.07/2022 pasal 2 memberikan amanah bahwa dalam rangka mendukung program penanganan dampak inflasi, Daerah menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial yang pada ayat 2 huruf (c) digunakan untuk pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum di daerah.

Untuk menindaklanjuti amanah Peraturan Menteri Keuangan tersebut diatas dan dalam rangka penanganan dampak inflasi sebagai akibat kenaikan harga BBM, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo hadir melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo menyalurkan bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai dan voucher BBM.

Etik Suryani menjelaskan, adapun teknis pembagian untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) disalurkan melalui transfer bank ke rekening Bank Jateng masing-masing penerima bantuan, dengan total penerima sebanyak 835 orang dan besar total anggaran sejumlah Rp 375.750.000, Bantuan berupa voucher BBM diberikan kepada 61 kendaraan dengan total anggaran Rp 72.900.000. Sehingga total keseluruhan bantuan yang diberikan sebesar Rp. 448.650.000.

"Oleh karena itu sekali lagi saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan pembagian bantuan sosial pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum ini. Saya berharap dengan pembagian bantuan sosial ini dapat membantu meringankan beban ekonomi dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Bupati berpesan, kepada penerima bantuan sosial pemberian subsidi transportasi ini, untuk dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. "Semoga kegiatan ini dapat menambah keberkahan bagi kita semua dan kesejahteraan pekerja sektor transportasi di Kabupaten Sukoharjo akan semakin meningkat," lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sribuntoro mengatakan, bantuan diberikan kepada juru parkir, pengemudi bendi, pengemudi becak dan pengemudi ojek online serta subsidi sektor transportasi angkutan umum. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dari pemerintah pusat atas kebijakan kenaikan harga BBM.

Para penerima bantuan tersebut sebelumnya telah dilakukan pendataan dan verifikasi oleh petugas. Selanjutnya, bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

"Bantuan sosial untuk sektor transportasi ini bersifat meringankan dan membantu para pelaku sektor transportasi setelah ada kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah," ujarnya. (Mam)

Kredit

Bagikan