Implementasi Kurikulum Merdeka, Dorong Siswa Peduli Sampah

user
Agusigit 01 Desember 2022, 13:45 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Gelar karya Projeck Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema 'Gaya Hidup Berkelanjutan' dengan topik dari sampah jadi indah dilaksanakan SMP  N 2 Pandak Bantul,  Kamis (1/12). Dalam momentum tersebut juga diluncurkan Majalah Pandak Dua Cerdas Terampil Berkarya (Pandu Ceria).  Program tersebut merupakan implementasi kegiatan dari kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan RI.

Kepala SMP N 2 Pandak Bantul, Sugiyanta MPd MA mengatakan, program P5,  salah satu kegiatan implementasi dari dari kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian  Pendidikan RI. "Kebetulan SMP Negeri 2 Pandak ini menjadi salah satu dari lima sekolah SMP se-Bantul sebagai sekolah penggerak," ujar Sugiyanta disela acara gelar karya. Dalam acara itu juga dihadiri Kapolsek Pandak Polres Bantul Polda DIY,  AKP Hanung Tri Widiyanto SH M.Si, Lurah Caturharjo Pandak,  H Wasdiyanto SSi,  Kabid PLB3PK Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Rudy Suharta MM,

Dijelaskan, program gelar karya  P5  saat ini tahap awal dari implementasi kurikulum Merdeka. "Kita mengambil satu tema yakni gaya hidup berkelanjutan dengan  topiknya adalah dari sampah jadi indah. Dimensi profil pelajar Pancasila yang kita kembangkan pada kegiatan P5 ini, pertama adalah gotong royong dalam rangka kolaborasi antar siswa," ujarnya.

Kemudian  kedua adalah kreatif,  hal ini menghasilkan karya dan tindakan yang original kemudian. Ketiga dimensi profil pelajar Pancasila yang dikembangkan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.  "Project ini kita tampilkan untuk memberikan semangat kepada anak-anak. Bahwa hasil karyanya itu bisa dilihat dan dinikmati oleh orang lain. Kita dari 153 siswa didampingi 10 fasilitator P5 atau 10 pembimbing," jelasnya.

Kemudian masing-masing fasilitaror membimbing antara 15 sampai 16 siswa.  "Kemudian dari masing-masing pembimbing itu ada dua kelompok. Sehingga karya yang dipameran itu ada 20  dari 20 kelompok. Fokusnya adalah  dari sampah menjadi indah, oleh karena itu mulai anak-anak kita kenalkan pentingnya mengolah sampah," ujarnya. (Roy)

Kredit

Bagikan