Bensin Picu Inflasi Kota Yogyakarta Meroket 6,54 Persen

user
Ivan Aditya 02 Desember 2022, 00:34 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Kota Yogyakarta mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 6,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,82 pada November 2022. Andil terbesar yang memicu terjadinya meroketnya inflasi tersebut adalah bensin dan bahan bakar rumah tangga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2022 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada November 2022, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi yoy sebesar 6,54 persen atau terjadi kenaikan IHK.dari 114,45 pada Oktober 2022 menjadi 114,82 pada November 2022. Tingkat inflasi m-to-m (mtm) 0,32 persen dan tingkat inflasi y-to-d (ytd) 5,80 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada November 2022 yaitu bensin, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, beras, uang kuliah akademi/perguruan tinggi dan telur ayam ras. Sementara komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yoy, antara lain anggur, bawang putih, televisi berwarna, biaya administrasi transfer uang, kelapa, dan wortel," tutur Sugeng di kantornya, Kamis (01/12/2022).

Sugeng menyatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Indeks kelompok pengeluaran yang naik yaitu makanan, minuman dan tembakau 7,86 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 2,87 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 5,05 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 5,15 persen serta kesehatan 4,03 persen.

"Diikuti kelompok transportasi 13,23 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 2,37 persen, pendidikan 3,90 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 5,84 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 7,99 persen. Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan -0,23 persen," imbuhnya.

Pada November 2022, Sugeng menyampaikan dari 90 kota, inflasi yoy tertinggi terjadi di Tanjung Selor
sebesar 9,20 persen. Inflasi yoy terendah dialami kota Ternate sebesar 3,26 persen. (Ira)

Kredit

Bagikan