Pembangunan Pasar Nglangon Senilai Rp 37 Miliar Dikebut

user
Tomi Sujatmiko 02 Desember 2022, 14:45 WIB
untitled

Krjogja.com - SRAGEN - Pembangunan pasar terpadu di Nglangon, Karang Tengah, Sragen dipastikan meleset dari jadwal. Hal ini setelah Pemkab Sragen memberikan adendum atau perpanjangan selama 15 hari ke depan bagi rekanan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Setelah gagal diselesaikan sesuai kontrak yang mestinya pada 21 November lalu, pihak rekanan diberi kesempatan perpanjangan kontrak untuk menyelesaikan sampai 16 Desember mendatang.

Perwakilan PT Darlin Audia selalu rekanan pelaksana proyek pembangunan Pasar Terpadu Nglangon, Irwin Pramudiarto, Jumat (2/12/2022) mengungkapkan, pengerjaan proyek memang gagal selesai sesuai kontrak yang sudah berakhir 21 November lalu. Saat ini proyek dengan anggaran hampir Rp 37 miliar dalam masa perpanjangan sampai 16 Desember mendatang. "Sesuai rapat terakhir dengan Sekda dan dinas terkait serta tim teknis, ada beberapa rekomendasi yang harus kami laksanakan untuk mempercepat penkerjaan," ujarnya.

Salah satu opsi untuk mengejar pengerjaan adalah dengan menambah tenaga kerja. Langkah itu sudah dilakukan dengan menambah jumlah pekerja dari 320 orang sebelum rapat, menjadi 370 orang saat ini. Ratusan pekerja itu dikerahkan untuk menangani pekerjaan elektrikal, plumbing, hingga pavingisasi.

Penambahan pekerja akan dievaluasi setiap hari sembari melihat progres capaian dan pos mana yang membutuhkan tambahan. "Jam kerja juga sudah kita tambah. Jadi hampir 70 persen pekerja kita kerahkan untuk lembur. Ketika cuaca memungkinkan dan pekerjaan yang bisa ditangani lembur, ya kita kerjakan di lembur," jelasnya.

Lebih lanjut, Irwin mengakui proyek gagal selesai sesuai kontrak karena ada keterlambatan. Keterlambatan itu terjadi karena kondisi lahan awal yang ternyata belum cukup siap dan harus melalui pemadatan hampir 2 bulan. Soal ketersediaan material, ia menyebut tidak ada masalah. Ketersediaan paving dan keramik, dipastikan siap sesuai kebutuhan.

Karenanya, dengan tambahan pekerja dan jam lembur, pihaknya masih optimistis proyek bisa selesai sampai batas akhir perpanjangan tanggal 16 Desember. "Progres pencapaian saat ini di angka 83 persen. Ini sebenarnya tinggal pekerjaan finishing, mudah-mudahan bisa selesai 16 Desember. Itu sudah kewajiban kami," tambahnya.

Terpisah, Sekda Sragen, Hargiyanto menyampaikan dari hasil rapat terakhir, pihak rekanan sudah diminta mengebut pengerjaan dengan menambah pekerja. Pemkab tetap berharap proyek pasar terpadu sebagai pengganti pasar Joko Tingkir dan Nglangon itu bisa selesai sampai batas akhir adendum 15 hari ke depan. (Sam)

Kredit

Bagikan