RSUD Wonogiri Pamerkan Inovasi Kain Penyelamat Jiwa

user
Agusigit 03 Desember 2022, 16:18 WIB
untitled

Krjogja.com - WONOGIRI - Dua inovasi pelayanan masyarakat andalan Pemkab Wonogiri 'dipamerkan' kepada tim penilai validasi lapangan Penghargaan Innovatif Goverment Award (IGA) 2022 Pusat yang datang ke kabupaten itu. Kedua inovasi tersebut masing-masing Kain Penyelamat Jiwa (KPJ) yang dilakukan pihak RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri serta pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui aplikasi 'Jempol Sakti' di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri.

Setelah resmi diterima Bupati Wonogiri Joko Sutopo di rumdin bupati, Jum'at (2/12), tim penilai IGA 2022 diantar Ketua Bappeda dan Litbang Pemkab Wonogiri Heru Utomo SH MH melihat dari dekat inovasi KPJ di RSUD dr Soediran. Dirut RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dr Adhi Dharma MKes melaporkan, kasus angka kematian bayi dengan BBLR (berat badan lahir rendah) di daerah tersebut sebelum tahun 2020 silam cukup tinggi.

"Namun dengan inovasi KPJ yang diuji coba para perawat dan dokter anak kami hasil cukup menggembirakan. Kasus BBLR yang semula 38 kematian (tahun 2020) turun menjadi 20 kemarin di tahun 2021," kata dr Adhi saat memaparkan inovasi 'murah meriah' itu di hadapan tim penilai IGA 2022 nasional yang diketuai DR Nurhadi Susanto (Wakil Dekan Bidang KASDM Fisipol UGM Yogyakarta).

Dikatakan murah praktis dan ekonomis, ujar Adhi, inovasi perawatan bayi lahir hanya membutuhkan lima lembar kain bedong yang disusun mirip sarang burung (nesting) guna meletakkan sang bayi. "Bayi nyaman, tidak banyak nangis seperti dalam pelukan ibu sehingga hemodinamik bayi menjadi stabil terus menerus," papar dia terkait inovasi KPJ yang dinilai sebagai pengganti solusi modern 'blanket warmer' yang harganya Rp 60-80 jutaan.

Sementara itu, Plt Disdukcapil Wonogiri Herdian menyebutkan aplikasi Jempol Sakti dalam pengurusan Adminduk di daerahnya sudah mendapat pengakuan pemerintah pusat. Warga Wonogiri yang mengurus adminduk, ujar Herdian, tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor kami ini namun cukup dari rumah menggunakan aplikasi.

"Saat pak Dirjen (Dirjen Kependudukan Kemendagri) rawuh ke sini beliau menyebutkan inovasi Jempol Sakti ini yang pertama ada di Indonesia, inovasinya layak ditiru daerah lain," lanjut dia sembari menambahkan aplikasi berbasis TI ini bekerja cepat, murah dan hemat biaya. (Dsh)

Kredit

Bagikan