Liburan Akhir Tahun di Gunungkidul?, Jangan Lupa Cicipi Makanan Khas Ini

user
Tomi Sujatmiko 04 Desember 2022, 09:20 WIB
untitled

Krjogja.com - WONOSARI - Akhir tahun sudah di depan mata. Sudah saatnya mempersiapkan liburan di akhir tahun. Salah satunya berwisata ke Gunungkidul termasuk mencicipi kuliner khasnya.

Seperti halnya daerah lain, Gunungkidul juga punya sederet makanan khas yang lezat. Apa saja rekomendasi makanan tradisional yang patut dicicipi saat berwisata ke salah satu kabupaten di Yogyakarta ini? Simak rangkumannya berikut ini dikutip dari rilis Dinas Pariwisata Gunungkidul, beberapa waktu lalu.

1. Walang Goreng

Tak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk mencicipi olahan dari belalang, Gunungkidul juga punya olahan belalang goreng yang dinamakan walang goreng. Makanan khas ini menjadi wujud kreativitas warga untuk mengolah serangga tinggi protein yang kerap dianggap hama oleh para petani.

Teksturnya renyah. Tersedia dalam beberapa varian rasa, yaitu gurih, manis, dan pedas. Wisatawan akan mudah menemukan camilan khas karena dijajakan di berbagai tempat, mulai dari rumah produksi, jajanan pinggir jalan, hingga toko oleh-oleh. Harganya relatif bersahabat baik untuk dimakan langsung atau dijadikan buah tangan bagi keluarga di rumah.

2. Gatot Tiwul

Makanan khas Gunungkidul yang kedua adalah Gatot Tiwul. Makanan legendaris yang satu ini dulunya merupakan makanan pokok bagi masyarakat setempat. Sekarang, makanan tradisional berbahan singkong itu menjadi camilan sehari-hari maupun dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung.

Cara pengolahannya dimulai dengan mengeringkan singkong menjadi gaplek. Kemudian, gaplek dijadikan tepung. Tepung gaplek ini lalu dikukus dan ditambahi bumbu menjadi tiwul. Rasa manis dan gurih ditambahi lelehan gula jawa membuat tiwul bercita rasa unik dan lezat.

3. Bakmi Jawa Piyaman

Makanan berikutnya yang wajib dicoba saat berkunjung ke Gunungkidul adalah Bakmi Jawa Piyaman. Piyaman merupakan nama desa di Gunungkidul yang mayoritas penduduknya berjualan Bakmi Jawa. Karena itu pula, warga menjuluki daerah itu sebagai Kampung Bakmi Jawa.

Nama bakmi jawa dipakai untuk membedakannya dengan bakmi Tiongkok. Perbedaannya pada penggunaan kemiri sebagai salah satu bumbu masak. Kemiri digoreng kemudian diulek untuk menambah cita rasa gurih. Dengan rasa yang menggoyang lidah, makanan yang satu ini tentu sayang dilewatkan oleh wisatawan.

HALAMAN

Kredit

Bagikan