Pasar Kartasura dan Pasar Mulur Menunggu Pembangunan

user
Tomi Sujatmiko 04 Desember 2022, 15:11 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Pasar tradisional yakni Pasar Kartasura dan Pasar Mulur menunggu giliran dibangun karena membutuhkan anggaran besar sehingga pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Karena itu, Pemkab Sukoharjo pada 2023 mendatang memprioritaskan menyelesaikan pembangunan kios Pasar Cuplik dengan kebutuhan dana Rp 7 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo Iwan Setiyono, Minggu (4/12) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sangat serius memperhatikan pedagang kecil dengan melaksanakan program pembangunan pasar tradisional. Kegiatan telah terlaksana secara bertahap sejak kepemimpinan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya sepuluh tahun lalu dan diteruskan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sekarang.

Program pembangunan sudah selesai terlaksana dengan membangun lebih dari 20 pasar tradisional. Seperti terakhir dilakukan pada 2022 ini yakni dengan menyelesaikan pembangunan los Pasar Cuplik di wilayah Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo.

"Tahun 2023 Pemkab Sukoharjo akan memprioritaskan penyelesaian pembangunan kios Pasar Cuplik. Sedangkan Pasar Kartasura dan Pasar Mulur menunggu giliran karena besarnya kebutuhan anggaran pembangunan dan hal teknis lainnya di dua pasar tradisional tersebut," ujarnya.

Pembangunan kios Pasar Cuplik diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Diharapkan dana yang dibutuhkan dapat terpenuhi sehingga segera terlaksana pembangunannya. Sosialiasi penting dilakukan mengingat pedagang kios Pasar Cuplik sudah mendesak Disdagkop UKM Sukoharjo untuk segera dibangun. Sebab kondisi bangunan sekarang sudah memprihatinkan banyak ditemukan kerusakan.

"Kami juga minta dukungan Pemkab Sukoharjo melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk pembangunan Pasar Cuplik khususnya perbaikan saluran air atau drainase disekitar lingkungan Pasar Cuplik. Sebab saluran air atau drainase tersebut berada di pinggir jalan diluar pasar menjadi penyebab banjir saat musim hujan dan bukan menjadi kewenangan Disdagkop UKM," lanjutnya.

Iwan Setiyono menjelaskan, Pasar Mulur Bendosari sudah masuk program pembangunan beberapa tahun lalu. Namun pembangunan batal terlaksana meski Pemkab Sukoharjo sudah menyediakan anggaran. Kendala dihadapi berkaitan dengan status tanah Pasar Mulur Bendosari karena sebagian milik Pemerintah Desa Mulur Kecamatan Bendosari dan sebagian lagi berstatus milik Pemkab Sukoharjo.

Pembangunan Pasar Mulur Bendosari baru bisa terlaksana menggunakan anggaran daerah apabila Pemerintah Desa Mulur Kecamatan Bendosari bersedia menyerahkan pengelolaan pasar dan peralihan status tanah ke daerah. Namun hal tersebut belum terlaksana hingga sekarang.

Khusus untuk Pasar Kartasura pembangunan belum terlaksana karena hingga tahun 2023 pengelolaan pasar masih menjadi kewenangan pihak ketiga. Pemkab Sukoharjo baru bisa melaksanakan pembangunan setelah pengelolaan tersebut selesai dari pihak ketiga dan diserahkan ke pemerintah daerah.

"Tahun 2022 baru Pasar Cuplik Sukoharjo dulu yang dibangun. Sedangkan Pasar Kartasura belum karena masih jadi kewenangan pihak ketiga," lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo berencana segera menuntaskan pembangunan pasar tradisional yang menjadi kewenangannya. Namun demikian, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo tetap memberikan pendampingan terhadap pasar tradisional yang dikelola pemerintah desa. (mam)

Kredit

Bagikan