BPJS Kesehatan Kudus Dukung Turunkan Angka Stunting

user
Ary B Prass 04 Desember 2022, 23:17 WIB
untitled

KUDUS - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Kudus membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  setempat dalam percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kota Kretek.
 
Bantuan berupa susu formula dan makanan tambahan diberikan secara simbolis kepada anak stunting di Puskesmas Dawe  oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto.
 
Penyerahan disaksikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  (DKK) dan Plt Kepala Puskesmas Dawe. "Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab,
 
komitmen dan kepedulian kami terhadap masyarakat melalui program Organization Social Responsibility (OSR) guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat," jelas Fardianto, Minggu (4/12/2022), terkait kegiatan yang digelar akhir pekan kemarin. 
 
Menurutnya, Pemkab  Kudus telah bersinergi dengan IDI setempat dengan mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GOTAAS). Program itu harus didukung semua pihak untuk secara bersama- sama menurunkan angka kasus stunting. 
 
Anak- anak stunting yang saat ini mengikuti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), orang tuanya diminta tetap bersemangat, ulet dalam memberikan gizi dan yakin akan mendapatkan hasil yang baik, serta bisa tumbuh dengan normal. 
 
Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi menyampaikan terima kasih kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus atas support dalam pengentasan kasus stunting di Kabupaten Kudus, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus yang telah memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada para peserta JKN, salah satunya terkait dengan kasus stunting.
 
Selain itu juga Tim Gizi dan KIA dari Puskesmas Dawe yang sudah memantau stunting di wilayah Kecamatan Dawe.
 
"Ini adalah upaya kita bersama, tidak hanya dibantu PMT, seperti susu, telur dan sebagainya, tapi intinya apa yang disampaikan dokter atau tim medis dapat dilaksanakan di rumah," terangnya.
 
Kegiatan yang dilaksanakan itu diharapkan dapat memberikan manfaat, sehingga dapat menyelamatkan anak- anak sebagai generasi penerus, kita agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. "Cegah Stunting! Itu penting," tegasnya. 
 
Sementara, Ketua IDI Cabang Kudus, Ahmad Syaifuddin juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan DKK Kudus yang telah memberikan semangat dan  membantu pelaksanaan Gotaas di Kabupaten Kudus.
 
Harapanya, dalam penuntasan stunting ini semua pihak berperan, terutama dari keluarga, orang tua sebagai pendidik terdekat yang memantau perkembangan anaknya agar dapat tumbuh berkembang dengan baik. 
 
"Kami.minta para orang tua agar selalu mendampingi anak- anaknya dengan memberikan makanan tambahan yang bermanfaat untuk perkembangannya. Kami yakin persolan stunting dapat kita atasi secara bersama- sama," tandasnya.
 
Kepala Puskesmas Dawe Kudus, drg Atiek Herawati bersyukur program yang dilaksanakan di Puskesmas Dawe dapat terlaksana dengan baik.
 
Semoga gerakan orang tua asuh anak stunting ini bermanafat bagi anak-anak dan orang tua untuk meningkatkan gizi anak Indonesia, menuju anak yang sehat dan cerdas
 
Winda Ayu (35), warga Margorejo Kecamatan Dawe, salah satu ibu dari balita yang mendapatkan program ini tak kuasa  Dia menceritakan awalnya anaknya tidak mau minum susu dan makannya juga kurang. Setelah konsultasi ke dokter anaknya diberikan entrakid.
 
Selama empat kali pertemuan, monitor dan evaluasi, kondisi putrinya sudah ada perubahan ke arah yang  baik. (Trq)

Kredit

Bagikan