Guru Maupun Dosen Serta Tenaga Kependidikan Harus Bangkit Pulihkan Pendidikan

user
Danar W 04 Desember 2022, 17:31 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG - Guru, dosen dan tenaga kependidikan harus bangkit memulihkan pendidikan. Demikian diutarakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, dalam sambutannya pada peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Semarang, Sabtu (3/12/2022).

“PGRI mengajak seluruh guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk bangkit bersama memulihkan pendidikan, memajukan Indonesia yang kita cintai agar lebih kuat di masa depan. Kami berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam pembaruan dan kemajuan Bangsa Indonesia," ujar Unifah Rosyidi.

Teknologi yang berkembang amat pesat perlu diiringi dengan kreativitas dan inovasi sehingga para guru relevan dengan kebutuhan siswa dan kehadirannya selalu dinantikan siswa.

“Melalui kesempatan ini, saya juga menitipkan para guru kepada para pemimpin saat ini maupun yang akan datang untuk tetap berpihak pada guru,” kata dia.

Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tersebut juga dimeriahkan dengan sejumlah lomba bersifat akademik dan hiburan, aktivitas sosial, olahraga dan seni hingga kegiatan yang unik-unik dengan didukung oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Untuk itu, mulai tahun ini kami sepakat untuk menjadikan bulan November sebagai Bulan Bhakti Guru,” kata Unifah lagi.

Sedangkan Presiden Jokowi mengatakan, sistem pengajaran di klas itu harus fleksibel agar dalam pembelajaran ke anak didik tidak kaku.

Presiden Joko Widodo menghadiri hari ulang tahun ke-77 PGRI dan peringatan hari Guru Nasional di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (3/12/2022). Jokowi berpesan sistem pengajaran yang fleksibel dibutuhkan pada era sekarang, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat.

Presiden mengatakan seorang guru harus selalu memperbaharui ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Proses pengajaran yang penting bagi guru menciptakan daya kritis untuk anak didiknya.

"Sehingga fleksibilitas itu diperlukan, tidak kaku, harus fleksibel, karena ilmu yang berkembang sangat cepat sekali," kata Kepala Negara.

"Kita ini kadang-kadang ada artificial intelligence, harus belajar. Ini apa sih barang ini. Muncul lagi barang baru, big data, apalagi barang ini apa. Gunanya untuk apa, muncul lagi besok internet of things, muncul lagi besok barang-barang baru yang selalu bermunculan setiap hari," kata Jokowi menggambarkan.

Pesan yang disampaikan presiden itu, masuk dalam komponen ilmu pengetahuan teknologi atua Iptek. Komponen itu menjadi syarat utama yang harus dimiliki Sumber Daya Manusia (SDM) hasil dari pendidikan yang diberikan para guru.

Kemudian, ada komponen kedua SDM yang harus dihasilkan para guru yakni, mentalitas dan karakter.

"Ini yang terus harus kita bangun, sikap santun, jujur, budi pekerti yang baik. Peduli terhadap sesama, kerja keras, dan mampu bergotong royong, ini semakin penting untuk kita berikan kepada anak-anak kita," kata presiden.

Komponen ketiga yaitu kesehatan jasmani. Jokowi menekankan SDM yang unggul memiliki jasmani bugar. Kesehatan jasmani tidak pisah dipisahkan. Kepada para guru, dipesankan ikut andil mencegah stunting, dengan memastikan anak didiknya dalam keadaan sehat.(Ati)

Kredit

Bagikan